JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) masih terjaga sehat. Dirinya bahkan mengklaim Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) itu sebagai kasir negara atau penyumbang dividen terbesar bagi kas negara.
"Kalau soal dividen, Pertamina menjadi kasir paling besar BUMN karena setorannya besar," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Baca Juga: 62 Tahun Pertamina, Ahok: Tantangan Pasti Banyak
Dia menjelaskan, kinerja keuangan dilihat dari earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) milik Pertamina sebesar USD9 miliar pada tahun lalu, menjadi yang terbesar dari BUMN lainnya. Hal itu sekaligus menunjukkan tingginya kinerja mengalahkan PT Freeport Indonesia.
“Keuangan Pertamina bagus. Freeport total EBITDA-nya saja hanya sekitar USD4 billion (miliar)," katanya.
Baca Juga: Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina
Menurut Budi, membaiknya kinerja keuangan Pertamina didorong upaya mengurangi impor dengan menyetop impor diesel sejak Maret 2019. Kemudian sejak April 2019 perseroan juga telah berhasil menyetop impor avtur dan pada Juni 2019 telah mengekspor avtur.