nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Jadi Kasir Terbesar, Kalahkan Freeport

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 18:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 12 320 2141218 pertamina-jadi-kasir-terbesar-kalahkan-freeport-S1VmJrU0ka.jpg Pertamina Jadi Kasir, Kalahkan Freeport (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kinerja keuangan PT Pertamina (Persero) masih terjaga sehat. Dirinya bahkan mengklaim Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) itu sebagai kasir negara atau penyumbang dividen terbesar bagi kas negara.

"Kalau soal dividen, Pertamina menjadi kasir paling besar BUMN karena setorannya besar," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga: 62 Tahun Pertamina, Ahok: Tantangan Pasti Banyak

Dia menjelaskan, kinerja keuangan dilihat dari earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) milik Pertamina sebesar USD9 miliar pada tahun lalu, menjadi yang terbesar dari BUMN lainnya. Hal itu sekaligus menunjukkan tingginya kinerja mengalahkan PT Freeport Indonesia.

“Keuangan Pertamina bagus. Freeport total EBITDA-nya saja hanya sekitar USD4 billion (miliar)," katanya.

Baca Juga: Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina

Menurut Budi, membaiknya kinerja keuangan Pertamina didorong upaya mengurangi impor dengan menyetop impor diesel sejak Maret 2019. Kemudian sejak April 2019 perseroan juga telah berhasil menyetop impor avtur dan pada Juni 2019 telah mengekspor avtur.

Budi bilang, hal itu terjadi karena Pertamina telah menyelesaikan pembangunan sejumlah kilang untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Oleh sebab itu, dia mengaku tak khawatir dengan keuangan Pertamina akan terganggu jika harus berinvestasi di beberapa proyek strategis. Misalnya, dengan berinvestasi untuk pembangunan kilang dan industri petrokimia.

"Jadi kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perseroan telah melakukan penurunan impor solar dan avtur hingga 25 juta barel di tahun 2019. Penurunan impor itu senilai menghemat devisa sebesar Rp37 triliun.

"Untuk ekspor avtur, kami hitung Rp12,7 triliun sepanjang 2019. Jadi kontribusi untuk meringankan Current Account Defisit (CAD) sudah mulai terlihat," kata Nicke.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini