Di Bali pun hal tersebut sudah terjadi, sehingga wisatawan asing maupun domestik yang membutuhkan jasa fotografer bisa menggunakan fotografer profesional lokal dari Bali melalui aplikasi tersebut. "Ini betul-betul luar biasa sekali, yang tadinya individu, cari pelanggan susah, ini jadi kolektif karena teknologi," tuturnya.
Di sisi lain, dunia digital juga memiliki tantangan. Dengan kemudahan digital ini, para wisatawan dapat dengan mudahnya membandingkan Indonesia dengan negara lain. Selain itu, ada info yang bisa langsung dilihat, baik dari feedback atau komentar negatif.
Angela mengajak seluruh pihak, termasuk mahasiswa, pengajar IBI Kesatuan untuk ikut membangun pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. "Mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif memerlukan kolaborasi yang melibatkan semua pihak, masyarakat, lembaga, hingga pemerintah. Semua yang hadir di sini juga harus turut berperan," katanya.
Dia merasa bangga dan mendukung IBI Kesatuan untuk turut mengambil peran untuk pembangunan SDM. "Khususnya dengan membangun prodi baru, prodi kepariwisataan, kewirausahaan, teknologi informasi serta sistem informasi. Saya berharap dan mendoakan agar kita semua bisa mengambil peran penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Angela.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.