nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Ngakak Ada Cucu Perusahaan BUMN Garuda Tauberes Indonesia

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 13 Desember 2019 13:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 13 320 2141474 erick-thohir-ngakak-ada-cucu-perusahaan-bumn-garuda-tauberes-indonesia-YIUardxxGN.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tergelitik ketika mengetahui adanya cucu perusahaan Garuda Indonesia yang bernama Garuda Tauberes Indonesia. Bahkan dia tertawa ketika menyebut nama perusahaan tersebut.

Hal ini menyusul terungkapnya lima eks direksi Garuda Indonesia yang dicopot karena keterlibatan dalam penyelundupan motor gede (moge) Harley Davidson, ternyata merangkap jabatan sebagai komisaris di banyak anak hingga cicit perusahaan pelat merah itu.

Baca Juga: Erick Thohir Kaget Mantan Direksi Garuda Punya Banyak Jabatan Komisaris

"Dan yang menarik, di situ ada yang menggelitik karena ada cucu garuda namanya PT Garuda Tauberes Indonesia. Saya baru tahu itu," katanya sambil tertawa ketika ditemui di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Berdasarkan penelusuran Okezone, Garuda Tauberes Indonesia merupakan cucu usaha Garuda Indonesia yang bergerak di bidang logistik secara digital. Artinya menyediakan layanan kargo udara dengan agen pengiriman barang kepada masyarakat (end customers).

 Erick Thohir

Perusahaan ini juga memiliki platform bernama Tau Beres yang menghubungkan marketplace, logistik, dengan pelanggan. Namun aplikasi ini masih berbentuk dalam versi beta.

Adapun perusahaan ini tercatat berkantor di Gedung Garuda Indonesia Gunung Sahari Jl. Gunung Sahari Raya No. 52 Jakarta, 10610.

Baca Juga: Ari Askhara Dipecat, Sistem Kerja Awak Kabin Garuda Diperbaiki

Mengenai direksi yang rangkap banyak jabatan komisaris, Erick mengaku akan melakukan peninjauan kembali terkait peraturan pembentukan anak hingga cicit perusahaan dan sistem rangkap jabatan di BUMN. Bila diperlukan, maka akan dibuat aturan baru terkait rangkap jabatan tersebut.

"Saya review dulu aturannya, kalau enggak kami buat aturannya. Karena menurut saya itu sesuatu yang tidak sehat, masak sudah jadi dirut masih jadi komisaris di banyak perusahaan," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini