Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya, 5.412 Bus Pariwisata yang Tak Layak Beroperasi saat Nataru

Giri Hartomo , Jurnalis-Senin, 16 Desember 2019 |14:52 WIB
Bahaya, 5.412 Bus Pariwisata yang Tak Layak Beroperasi saat Nataru
Terminal Bus. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih menemukan banyak sekali bus pariwisata yang tak laik operasi. Berdasarkan data yang didapat, ada sekitar 5.412 bus pariwisata yang tak laik operasi untuk libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, temuan tersebut didapatkan dalam rentang waktu 20 November hingga 18 Desember 2019. Dalam tempo waktu tersebut, ada sekitar 13.883 bus pariwisata atau sekitar 92,55% dari target 15.000 bus pariwisata.

Baca Juga: Awas! Ini Titik Kemacetan yang Harus Diwaspadai saat Libur Nataru

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.471 bus telah lolos dari pemeriksaan petugas Kemenhub. Sedangkan sisanya yakni sekitar 5.412 bus pariwisata masih belum layak untuk beroperasi.

"Kita fokus pada kendaraan pariwisata, karena kalau yang bus biasa itu sudah ramp check di hari biasa. Tapi kendaraan pariwisata jarang dilakukan petugas karena jarang ke terminal," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Terminal

Menurut Budi, bus yang belum lulus ini akan perbaikan pemeriksaan ke depannya. Dia pun menekankan agar masyarakat hati-hati memilih bus untuk keberangkatan dan jangan sampai tergiur harga murah.

"Jadi hati-hati memilih kendaraan pariwisata. Harga murah, tapi mobilnya tidak sehat," kata Budi.

Baca Juga: Resmi Dibuka Hari Ini, Tol Layang Japek Masih Gratis

Budi juga meminta masyarakat untuk proaktif ketika ingin menyewa bis pariwisata untuk berlibur. Misalnya dengan menanyakan surat laik operasi dan menolaknya jika tak memiliki surat lolos ramphcheck.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement