Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perdagangan Perdana, Uni-Charm Raih Dana IPO Terbesar di 2019

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Jum'at, 20 Desember 2019 |10:32 WIB
Perdagangan Perdana, Uni-Charm Raih Dana IPO Terbesar di 2019
IPO Uni Charm (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - PT Uni-Charm Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public ofering (IPO) pada hari ini, Jumat (20/12/2019). Emiten berkode UCID tersebut menjadi emiten ke-54 di 2019 yang melantai di bursa.

Dalam aksi korporasi ini perseroan melepas sebanyak-banyaknya 831,31 juta saham ke publik atau setara 20% dari modal ditempatkan setelah IPO. Jumlah saham yang dilepas tersebut termasuk juga saham karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) yang dialokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 1,70 juta saham atau sebanyak-banyaknya 0,04% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Adapun harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp1.500 per saham. Dengan demikian UCID berpotensi meraup dana segar sebesar Rp1,25 triliun, sekaligus menjadi IPO terbesar di sepanjang 2019. Pada pembukaan perdagangan, saham UCID naik 150 poin atau 10% ke level Rp1.650 dari harga IPO. Saham UCID ditransaksikan sebanyak 64 kali dengan volume sebanyak 9.601 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,57 miliar.

“Dukungan dan sambutan yang diberikan oleh pasar modal Indonesia hingga kami dapat dicatatkan sahamnya di BEI merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada perseroan. Pencatatan saham ini juga merupakan bukti komitmen Uni-Charm Indonesia kepada para stakeholders dan rekan usaha kami,” ujar Direktur Utama Uni-Charn Yuji Ishii saat membuka perdagangan di BEI, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Rencananya, perseroan bakal menggunakan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 64,6% untuk kebutuhan belanja modal yakni pembelian fasilitas produksi baru dan peremajaan fasilitas produksi yang sudah ada. Kemudian sekitar 20,6% digunakan untuk pembayaran utang dan sebesar 14,8% digunakan untuk modal kerja.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement