Angkasa Pura II Incar Jadi Operator Bandara di Malaysia dan Thailand

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 22 320 2144922 angkasa-pura-ii-incar-jadi-operator-bandara-di-malaysia-dan-thailand-Cf0bALB24i.jpg Bandara (Reuters)

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) tengah bersiap untuk melakukan ekspansi di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Nantinya, Angkasa Pura II ini mengincar untuk menjadi operator di dua negara tetangga tersebut.

Ini kedua kalinya Angkasa Pura mengincar untuk menjadi operator bandara di negara tetangga. Setelah sebelumnya, Angkasa Pura II gagal untuk dipilih menjadi operator bandara di Filipina.

 Baca juga: Runway Baru Bandara Soetta, Antrean Pesawat Diharapkan Berkurang

Direktur Utama Angkasa Pura Muhammad Awaluddin mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan lebih serius untuk mendapatkan hak kelola dua bandara tersebut. Misalnya dengan menggandeng mitra strategis baik lokal maupun internasional.

 Angkasa Pura II

Awaluddin menambahkan, ekspansi global tersebut merupakan rencana AP II menuju go global. Apalagi hal ini juga sering didengungkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk bisa bersaing di kancah global

 Baca juga: Kelola Bandara Lampung, Ini Keuntungan yang Diterima AP II

“Kami enggak sendiri di dua negara itu Thailand maupun Malaysia. Bisa dalam bentuk konsorsium maupun mitra lokal,” ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).

Menurut Awal, di kedua negara tersebut prinsip investasinya sama seperti di Indonesia. Adalah investor asing harus bermitra dengan dengan perusahaan lokal dengan kepemilikan saham mayoritas.

 Baca juga: Bandara Radin Inten II Bakal Dikembangkan untuk Penerbangan Haji dan Umroh

“Singkat cerita kami masuk dengan dua cara. Satu dengan konsorsium langsung dan kemitraan,” kata Awal.

Selain Malaysia dan Thailand, sebenarnya ada beberapa negara incaran lagi dari Angkasa Pura II. Seperti negara Mauritius, Tanzania serta Nepal, di mana ketiganya memiliki traffic penumpang yang cukup tinggi.

"Termasuk ke Afrika. Kalau Mauritius, Tanzania dan Nepal ini karena mereka konsen dengan pariwisatanya dan kami optimis bisa masuk tinggal kita survai saja,” kata Awal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini