nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Fakta Tol Layang Japek, dari Laris Manis hingga Ada yang Pipis Sembarangan

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Selasa 24 Desember 2019 16:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 24 320 2145574 6-fakta-tol-layang-japek-dari-laris-manis-hingga-ada-yang-pipis-sembarangan-8oWGAzMNV3.jpg Tol Layang Japek (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA – Sejak peresmian Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Tol Layang Japek), masyarakat berlomba-lomba untuk mencoba jalan tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia itu.

Namun dikarenakan melonjaknya antusias warga, Tol Layang Japek yang digadang-gadang dapat mengurangi kemacetan hingga 30% ini malah mengalami kemacetan yang tergolong parah.

Baca Juga: Tol Layang Japek Macet Parah, Menhub Ibaratkan Martabak yang Laris Manis

Banyak para pengendara yang melintasi tol layang yang dirumorkan memiliki kontur bergelombang itu mengeluh tidak bisa menikmati jalan tol layang, sebab tidak dapat memacu laju kendaraaan.

Apalagi baru-baru ini muncul video viral seorang pengendara yang ketahuan buang air sembarangan di Tol Japek II.

Baca Juga: Macet di Jalan Tol Layang Japek, Menteri Basuki: Pelajaran untuk Mudik

Oleh karena itu, Okezone merangkum fakta-fakta di balik video viral buang air sembarangan dan kemacetan di Jalan Tol Japek, Jakarta, Selasa (24/12/2019).

 

1. Mengalami Kemacetan Panjang

Kemacetan parah sempat terjadi di Jalan Tol Jakarta – Cikampek II saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru. Dari pantauan Okezone, padatnya kendaraan yang melintasi tol layang pertama di Indonesia ini membuat polisi dua kali menutup akses masuk.

Kemacetan parah ini terlihat pada Sabtu 21 Desember 2019. Contraflow diberlakukan pada pukul 08.20 WIB dari Km 47 hingga Km 61. Polisi uga menutup sementara akses masuk tol layang tersebut untuk mengurai kemacetan, yakni Pukul 12.00-12.10 dan 13.30-13.50 WIB.

Oleh karenanya, banyak masyarakat yang mengeluh dan tidak sedikit juga yang menyalahkan pemerintah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun angkat bicara. Menurutnya, kemacetan di Jalan Tol Japek II adalah hal yang wajar karena jumlah pengguna melebihi eskpetasi.

"Japek saya pikir sejauh ini baik. Kalaupun kemaren terjadi suatu lonjakan karena memang euforia atau ekspektasi orang untuk menggunakan itu tinggi sekali," paparnya saat ditemui di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).

 Buang Air Kecil di Japek

2. Ada yang Buang Air Kecil Sembarangan

Karena mengalami macet yang berkepanjangan, para pengendara mau tidak mau harus menahan rasa untuk buang air kecil atau buang air besar. Mengingat Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek II ini tidak menyediakan rest area.

Namun, karena tidak tahan lagi, seorang pria terlihat buang air kecil sembarangan di pinggir Tol Japek II. Pria yang berpakaian kaos oblong hitam dengan celana panjang hitam itu terpantau buang air kecil sembarangan dengan cara merapatkan diri ke dinding separator jalan tol.

“Orang indonesia 1 yg pipis di tol layang japek wahh rekor Muri nih hahahaaa kalo emak2 gimana coba????,” tulis Bang Koboi lewat akun Instagram-nya @bang_koboi, Senin (23/12/2019).

Unggahan milik Bang Koboi itu berhasil menyita perhatian warga maya dengan telah ditonton lebih dari 2.620 kali.

3. Akan Ada 8 Jalur Darurat

Menteri Basuki Hadimudjono juga buka suara mengenai pengendara yang terlihat buang air kecil sembarangan di sisi Tol Japek II. Katanya, pihaknya akan melakukan perbaikan agar ke depannya tidak ada lagi kejadian yang serupa.

Menteri PUPR itu juga akan membuat jalur darurat yang nantinya akan menghubungkan langsung ke rest area di jalan tol di bawahnya.

“Nanti di Japek juga ada delapan (jalur emergency), tapi harus turun. Kalau ada yang mau buang air sebetulnya buat emergency untuk turun ke bawah," jelasnya, Jakarta, Senin (23/12/2019).

Namun, Menteri Basuki tidak merincikan konsep jalur emergency itu. Tetapi, dia berani memastikan akan dibangun delapan jalur emergency oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR) selaku operator.

 

4. Jasa Marga Imbau Warga Jaga Kebersihan Japek II

Pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) juga berkomentar mengenai video viral salah satu pengendara yang buang air kecil sembarangan.

“Kami imbau pengguna jalan menjaga kebersihan jalan tol dan wilayah sekitar,” ungkap AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso kepada Okezone, Jakarta.

Dwimawan Heru juga mengimbau warga untuk tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan terdesak.

“Juga tidak menggunakan bahu jalan, kecuali untuk kondisi darurat,” sambungnya.

5. Tol Layang Japek II Tidak Sediakan Rest Area

Tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia ini tidak dibekali oleh rest area. Jasa Marga beralasan karena jalan tol sepanjang 36 kilometer itu termasuk jalan tol yang tergolong pendek.

"Sementara ini kita enggak menyediakan rest area. Karena rest area hakikatnya ada setiap 50 km. Kalau mau rest area ada di tol bawah," papar Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono, Rabu (4/12/2019).

 

6. Tol Layang Japek bak Martabak yang Laris Manis

Merespons euforia pengguna jalan yang tinggi, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kemacetan di Tol Japek hal yang lazim. Karena Tol Layang Japek II merupakan fasilitas baru.

"Saya selalu bilang perumpamaan seperti ini, tiba-tiba saya jual martabak, martabaknya enak banget, saya promosikan. Begitu saya jual, martabaknya habis. Apa saya gagal? Enggak kan? Martabaknya tetap martabak enak," ujar Budi di Pelabuhan Kali Adem Jakarta Utara, Selasa (24/12/2019).

Dengan keadaan tersebut, Budi mengklaim bahwa tol Layang Japek II merupakan yang terbaik. "Jadi tol Layang Japek II ini is the best," tegas Menteri Budi.

1
4
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini