JAKARTA – Sejak peresmian Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (Tol Layang Japek), masyarakat berlomba-lomba untuk mencoba jalan tol layang pertama dan terpanjang di Indonesia itu.
Namun dikarenakan melonjaknya antusias warga, Tol Layang Japek yang digadang-gadang dapat mengurangi kemacetan hingga 30% ini malah mengalami kemacetan yang tergolong parah.
Baca Juga: Tol Layang Japek Macet Parah, Menhub Ibaratkan Martabak yang Laris Manis
Banyak para pengendara yang melintasi tol layang yang dirumorkan memiliki kontur bergelombang itu mengeluh tidak bisa menikmati jalan tol layang, sebab tidak dapat memacu laju kendaraaan.
Apalagi baru-baru ini muncul video viral seorang pengendara yang ketahuan buang air sembarangan di Tol Japek II.
Baca Juga: Macet di Jalan Tol Layang Japek, Menteri Basuki: Pelajaran untuk Mudik
Oleh karena itu, Okezone merangkum fakta-fakta di balik video viral buang air sembarangan dan kemacetan di Jalan Tol Japek, Jakarta, Selasa (24/12/2019).
1. Mengalami Kemacetan Panjang
Kemacetan parah sempat terjadi di Jalan Tol Jakarta – Cikampek II saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru. Dari pantauan Okezone, padatnya kendaraan yang melintasi tol layang pertama di Indonesia ini membuat polisi dua kali menutup akses masuk.
Kemacetan parah ini terlihat pada Sabtu 21 Desember 2019. Contraflow diberlakukan pada pukul 08.20 WIB dari Km 47 hingga Km 61. Polisi uga menutup sementara akses masuk tol layang tersebut untuk mengurai kemacetan, yakni Pukul 12.00-12.10 dan 13.30-13.50 WIB.
Oleh karenanya, banyak masyarakat yang mengeluh dan tidak sedikit juga yang menyalahkan pemerintah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun angkat bicara. Menurutnya, kemacetan di Jalan Tol Japek II adalah hal yang wajar karena jumlah pengguna melebihi eskpetasi.
"Japek saya pikir sejauh ini baik. Kalaupun kemaren terjadi suatu lonjakan karena memang euforia atau ekspektasi orang untuk menggunakan itu tinggi sekali," paparnya saat ditemui di Terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (22/12/2019).
