nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbarui Kerjasama, Indonesia-Jepang Bakal Garap Proyek Kereta hingga Ibu Kota Baru

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 27 Desember 2019 12:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 27 320 2146532 perbarui-kerjasama-indonesia-jepang-bakal-garap-proyek-kereta-hingga-ibu-kota-baru-Ux3AwD4loC.jpg Kerjasama Indonesia-Jepang Diperpanjang. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melakukan penandatanganan perpanjangan kesepakatan kerja sama Memorandum of Cooperation (MoC) on Infrastructure Development Cooperation yang berakhir pada 29 Desember 2019 bersama Pemerintah Jepang.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri MLIT Akaba Kazuyoshi di Gedung Kementerian PUPR, Kamis 26 Desember 2019.

Baca Juga: Jokowi Resmikan 3 Proyek di Penghujung 2019, Salah Satunya Stadion Manahan Solo

Adapun isi perjanjian ini berupa delapan lingkup eksisting, yaitu pengelolaan sumber daya air, pengelolaan air limbah domestik, jalan dan jembatan, bangunan gedung, penyediaan perumahan, pengembangan wilayah dan perkotaan, pengelolaan bencana, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Sekaligus dua lingkup tambahan baru yaitu pembiayaan infrastruktur dan jasa konstruksi.

“Kerja sama yang kita kembangkan ini sesungguhnya merupakan penghubung antara rakyat Jepang dan rakyat Indonesia, sehingga meningkatkan kerja sama, friendship, people to people relationship dengan moto kerja bersama dan maju bersama,” kata Menteri Basuki, seperti dikutip keterangan tertulis Kementerian PUPR, Jumat (27/12/2019).

RI-Jepang Perpanjang Kerjasama

Selain itu, dalam kesepakatan antara Indonesia dengan negeri matahari terbit itu juga membahas water disaster management, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, jalan akses Pelabuhan Patimban, Jalan Tol Padang-Payakumbuh-Pekanbaru, dan partisipasi Jepang dalam pemindahan Ibu Kota Negara.

Baca Juga: 5 Embung Dibangun di Pulau Samosir, Berikut Daftarnya

Dalam bidang penanganan bencana air, Indonesia bersama Jepang sedang dalam kerja sama dengan cara melakukan studi bendungan di Bendungan Kedungombo Kabupaten Grobokan dan Bendungan Sutami di Kabupaten Malang. Studi Bendungan Kedungombo dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) yang akan selesai pada akhir Desember 2019, sedangkan Studi Bendungan Sutami dilakukan oleh MLIT.

Menteri Akaba menyatakan, kehadiran bendungan sangatlah penting, apalagi untuk wilayah yang sering terkena bencana banjir.

“Di Jepang sudah sulit membangun bendungan baru oleh karena itu kami memanfaatkan bendungan yang ada sebagai pengendali banjir dan sumber tenaga listrik. Saya dengar Pak Basuki tertarik dengan proyek ini, secepatnya akan saya kirim staf ke Indonesia untuk diskusi lebih lanjut,” kata Menteri Akaba.

Sementara itu mengenai jalan akses Pelabuhan Patimban. Menteri PUPR mengatakan, proses pembangunan jalan sepanjang 8 kilometer yang terletak di samping pelabuhan telah mencapai 55,8% per November 2019.

“Akan kami selesaikan pada April 2020 karena pada Mei - Juni 2020 Pelabuhan Patimban akan beroperasi,” sambung Menteri Basuki.

Menteri Akaba mengatakan pihaknya berharap agar jalan akses tersebut dapat selesai tepat waktu. Pasalnya banyak perusahaan Jepang tertarik untuk memanfaatkan Pelabuhan Patimban sebagai kegiatan ekspor-impor produk.

Sedangkan rencana pembangunan proyek terowongan di Tol Payakumbuh – Pekanbaru akan menggunakan teknologi dari Jepang. Rencananya akan dibangun lima terowongan dengan total panjang 8,95 kilometer yang menembus pegunungan Bukit Barisan.

“Kalau Jepang yang melakukan studi memang memakan waktu lebih lama karena detil, tapi kalau studi bisa dipercepat sangat baik,” papar Menteri PUPR saat membahas JICA yang sedang melakukan Feasibility Study (FS)-nya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini