nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Tol Layang Jakarta-Cikampek, Tetap Macet

Vania Halim, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 08:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 27 320 2146609 fakta-tol-layang-jakarta-cikampek-tetap-macet-3JESuEq6ay.jpg Tol Layang Japek Resmi Dibuka (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTAJalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang disebut dapat mengurai kemacetan hingga 30% malah menimbulkan kemacetan parah. Tol tersebut sudah dibuka saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Tarif Tol Layang Japek masih Rp0 alias gratis. Membeludaknya pengguna jalan tersebut menjadi salah satu penyebab Tol Layang Japek macet.

Baca Juga: Euforia Japek, Pengamat: Jalan Tol Itu Bebas Hambatan Bukan Macet

Okezone pun merangkum sejumlah fakta menarik soal Tol Layang Japek yang kemarin sempat macet, Sabtu (28/12/2019):

1. Bebas Hambatan, Bukan Kemacetan

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan jalan tol pada hakikatnya bukanlah jalan bebas kemacetan, namun hanya bebas hambatan. Yang dimaksud jalan bebas hambatan tidak ada penghalang, antara lain lampu merah atau orang menyebrang jalan. Sementara bebas kemacetan itu tidak ada antrean.

“Jadi pola pikir ini harus diubah di kepala masyarakat maupun pengambil kebijakan,” ujarnya kepada Okezone.

Tol Layang Japek

Menurut Agus, Tol Layang Japek ini bukan menjadi alternatif pengurai kemacetan, justru menambah kemacetan saja. “Penambahan jalan tol itu adalah penambahan kemacetan. Mau bangun berapa tingkat juga, jalan tol baru itu akan macet,” kata Agus.

2. Bagi Menhub Kemacetan di Tol Layang Lazim

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kemacetan di Tol Japek hal yang lazim. Karena Tol Layang Japek II merupakan fasilitas baru.

Baca Juga: Pakai Cara Ini Tol Layang Japek Tidak Akan Macet?

"Saya selalu bilang perumpamaan seperti ini, tiba-tiba saya jual martabak, martabaknya enak banget, saya promosiin. Begitu saya jual, martabaknya abis. apa saya gagal? enggak kan. martabaknya tetap martabak enak," ujar Budi.

3. Antusias Masyarakat Tinggi

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek terpantau mengalami kemacetan. Melihat hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono buka suara.

Menurutnya, adanya kemacetan wajar saja karena antusias masyarakat masih tinggi. Kemacetan juga bisa menjadi pelajaran pemerintah dan Polri untuk dapat mengoreksi.

4. Mengatur Kecepatan dan Volume Kendaraan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan cara untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang terjadi selama ini.

"Salah satu caranya dengan mengatur kecepatan dan volume kendaraan," ujar Budi di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (24/12/2019).

Budi juga menjelaskan, pihaknya akan memakai kamera untuk melihat kecepatan kendaraan yang melintas di jalan tol layang tersebut. "Kita juga pakai kamera untuk melihat kecepatan yang melebihi akan kita law enforcement," ungkap dia.

5. Pelajaran dari Kemacetan

Selain itu, kemacetan itu pun menjadi pelajaran bagi pemerintah dan kepolisian untuk berbenah. Khususnya saat musim mudik Lebaran yang jauh lebih besar lagi euforia dan pengguna jalannya.

"Nah ini kan baru pertama kali. Kita belum tahu perilaku hariannya. Sama saja nanti ini menjadi pelajaran untuk mudik yang lebih besar lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (23/12/2019).

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini