JAKARTA – Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) yang disebut dapat mengurai kemacetan hingga 30% malah menimbulkan kemacetan yang parah. Apalagi, tol tersebut sudah dibuka saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.
Tarif Tol Layang Japek masih Rp0 alias gratis juga menjadi salah satu membeludaknya pemudik di Tol Layang Japek. Lalu bagaimana agar Tol Layang Japek ini benar-benar menjadi solusi kemacetan dan bukan menjadi sumber kemacetan baru?
Baca Juga: Pakai Cara Ini Tol Layang Japek Tidak Akan Macet?
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan jalan tol pada hakikatnya bukanlah jalan bebas kemacetan, namun hanya bebas hambatan. Yang dimaksud jalan bebas hambatan itu tidak ada penghalang, antara lain lampu merah atau orang menyebrang jalan. Sementara bebas kemacetan itu tidak ada antrean.
“Jadi pola pikir ini harus diubah di kepala masyarakat maupun pengambil kebijakan,” ujarnya kepada Okezone¸ Selasa (24/12/2019).
Baca Juga: Tol Layang Japek Macet Parah, Menhub Ibaratkan Martabak yang Laris Manis
Menurut Agus, Tol Layang Japek ini bukan menjadi alternatif pengurai kemacetan, justru menambah kemacetan saja. “Penambahan jalan tol itu adalah penambahan kemacetan. Mau bangun berapa tingkat juga, jalan tol baru itu akan macet,” kata Agus.
