nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lelang Jatuh ke Cardig-Changi Airports, Ini Fakta Pengembangan Bandara Komodo

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 30 Desember 2019 07:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 29 320 2147139 lelang-jatuh-ke-cardig-changi-airports-ini-fakta-pengembangan-bandara-komodo-bnycJSzK7M.jpg Bandara (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah sedang membangun maupun mengembangkan fasilitas di kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu fasilitas yang dikembangkannya adalah Banda Udara Komodo.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah resmi menetapkan Konsorsium Cardig Aero Service (CAS) yang anggotanya di antaranya perusahaan pengelola Bandara Changi Singapura, yaitu Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd menjadi pemenang lelang Proyek Pengembangan Bandara Komodo dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Oleh sebab itu, Senin (30/12/2019), berikut ini fakta terkini bandara komodo yang dirangkum oleh Okezone:

 Baca juga: Sederet Fakta Pengembangan Bandara Komodo, Digarap Cardig-Changi Airports


Bandara Komodo

1. Pelelangan Bandara Komodo Menggunakan Dua Tahap

Konsorsium CAS ditunjuk sebagai pemenang tender lelang pengembangan Bandara Komodo, Labuan Bajo. Adapun proses Pelelangan Bandara Komodo-Labuan Bajo berdasarkan Peraturan LKPP Nomor 29 Tahun 2018 menggunakan sistem pelelangan dua tahap.

Pada tahap pertama peserta pelelangan memasukan dokumen penawaran administrasi, teknis dan finansial serta tahap kedua dimana Pemerintah melakukan dialog optimalisasi untuk memaksimalkan penawaran peserta pelelangan.

 Baca juga: Konsorsium Pengelola Bandara Komodo Investasi Rp1,2 Triliun

"Skema Pengembalian investasi yang diberikan kepada Pemenang Pelelangan dalam hal ini investor adalah user charges (tarif pengguna) dimana Pemerintah memberikan kesempatan kepada investor untuk mengembalikan investasinya dengan memaksimalkan bangkitan pertumbuhan penumpang di Bandara Komodo - Labuan Bajo," ujar ketua tim ahli PT Surveyor Mohammad Zulfikar Dachlan usai mendampingi Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konprensi pers Pengumuman Proyek KPBU Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo.

2. Konsorsium CAS yang Menjadi Pemenang Proyek Pengembangan Bandara Komodo

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan pemenang proyek pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (26/12/2019). Pengumuman pemenang proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pengumuman ini dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Aula Mezanine, Gedung Juanda I, Jakarta Pusat.

 Baca juga: Bandara Labuan Bajo Dikembangkan, Bisa Tampung 4 Juta Penumpang?

Pemerintah telah menetapkan konsorsium CAS untuk pengembangan Bandara Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Adapun konsorsium tersebut terdiri dari PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd.

3. Investasi Pengembangan Bandara Komodo Sebesar Rp1,2 triliun

Dengan skema proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), investasi pengembangan Bandara Labuan Bajo sebesar Rp1,2 triliun dengan biaya operasional Rp5,7 triliun selama 25 tahun.

"Konsorsium akan menginvestasikan Rp1,2 triliun diinvestasikan paling lama lima tahun dan selama 25 tahun itu Rp5,7 triliun untuk operasional," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

4. Investasi Tersebut Digunakan untuk Memperpanjang Landasan Pacu

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, investasi tersebut akan digunakan untuk memperpanjang landasan pacu (runway) hingga 2.700 meter dari sebelumnya 2.400 meter.

"Jadi, Bandara Komodo bisa memfasilitasi penerbangan pesawat besar dari dalam dan luar negeri," ungkap dia.

5. Kemenkeu Memberikan Dukungan Dalam Pengembangan Bandara Komodo

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, pihaknya memberikan dukungan kepada Kemenhub selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK), melalui salah satu Special Mission Vehicle yaitu PT PII.

"Kehadiran PT PII sebagai penyedia penjaminan dalam struktur proyek Bandara Komodo ini, merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah," pungkas dia.

6. Proyek ini Menjalankan Beberapa Hal, Termasuk Membiayai Pembangunan Bandara

Adapun Ruang Lingkup dari Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo antara lain merancang, membangun dan membiayai pembangunan seperti membangunan fasilitas sisi udara yang meliputi perpanjangan dan perkerasan landas pacu, penambahan apron, stopway dan RESA. Pembangunan Fasilitas Sisi Darat meliputi Perluasan Terminal Penumpang Domestik, Pembangunan Terminal Penumpang Internasional; Kantor dan Gedung; dan Fasilitas Pendukung lainnya.

Kedua, Mengoperasikan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerjasama 25 (tahun. Ketiga, Memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo selama masa kerjasama. Keempat, menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo pada saat masa kerjasama berakhir kepada PJPK.

7. Bandara Komodo Dibuat untuk Menunjang Wisata Labuan Bajo

Pemerintah tengah mengembangkan 5 Bali Baru, salah satunya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Labuan Bajo dirancang sebagai wisata premium atau untuk turis berkantong tebal.

Pengembangan Bandara Labuan Bajo dilakukan dalam rangka mensukseskan dan menunjang Kawasan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata superprioritas.

8. Peningkatan Kinerja Bandara Komodo Tingkatkan Jumlah Penumpang Hingga 4 juta Orang

Peningkatan kinerja dan pelayanan Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo kepada pengguna jasa, Meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4.000.000 penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044 dan Memperluas konektivitas nasional dan internasional.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini