nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri PUPR Pastikan Lokasi Ibu Kota Baru Aman Banjir

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 15:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 03 470 2148903 menteri-pupr-pastikan-lokasi-ibu-kota-baru-aman-banjir-KIWxfwv6hJ.jpg Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan lokasi ibu kota baru akan bebas dari banjir. Lantaran pemerintah telah membuat desain ibu kota baru dengan memitigasi persoalan banjir.

Basuki menjelaskan, desain dari ibu kota baru yang berlokasi di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur tersebut, sudah memperhitungkan luas lahan yang akan digunakan hingga jumlah penduduk yang akan tinggal di sana.

 Baca juga: Fakta Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Nagara Rimba Nusantara

"Kan sudah dihitung berapa jumlah penduduknya yang akan ada di situ, sebanyak 2,75 juta jiwa. Kan kawasan ibu kota juga ada perluasannya nanti," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

 Basuki Hadimujono

Selain itu, lokasi ibu kota baru juga tak memiliki sejarah pernah mengalami banjir, sehingga hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi pemerintah. Meski demikian, dia mengakui, jika terjadi perubahan tata ruang lingkungan di wilayah tersebut memang bisa saja menimbulkan banjir.

 Baca juga: Menteri PUPR: Ibu Kota Baru Mulai Dibangun Akhir 2020

Namun dalam desain desain pembangunan ibu kota baru hal ini sudah diantisipasi. Di mana akan ada ruang terbuka hijau yang luas sehingga bisa menjadi serapan air ketika musim hujan. Selain itu, juga akan dirancang teknologi yang mampu mempercepat surutnya genangan air.

"Jadi kan dalam desain sudah dihitung, kalau 70% wilayah di ibu kota baru masih berupa kawasan hijau," katanya.

 Baca juga: Selain Sofian Sibarani, Ini 2 Sosok Juara Lomba Desain Ibu Kota Baru

Selain itu, lanjut Basuki, desain pembangunan ibu kota baru juga sudah meminimalisir potensi terjadinya kebakaran hutan. "Justru kami pilih lokasi di Sepaku (Bukit di Penajam Paser Utara) karena menurut penelitian tidak ada kandungan batu baranya. Kalau yang timurnya, di Bukit Soeharto itu yang ada batubaranya," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini