5. Maskapai Tidak Menjual Tiket Melebihi Tarif Batas Atas (TBA)
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan, urusan tiket pesawat ini sebenarnya permasalahan bisnis dari internal maskapai.Oleh karenannya,yang terpenting, pihak maskapai tidak menjual tiket melebih diatas Tarif Batas Atas (TBA) yang ditetapkan pemerintah.
"Kemenhub tidak bisa melakukan penekanan asalkan maskapai tidak menaruh harga melebih TBA seperti yang diatur di Keputusan Menteri Perhubungan nomor 106 tahun 2019," jelasnya.
Baca juga: Penumpang di 16 Bandara Milik Angkasa Pura II Turun 18,5% Sepanjang 2019
6. Walaupun Jumlah Penumpang Menurun, Sebagian Besar Maskapai Malah Meraup Keuntungan
Jumlah penumpang yang turun ternyata tidak berpengaruh terhadap bisnis maskapai penerbangan. Sebab,hingga saat ini sebagian besar maskapai justru masih bisa meraup untung.
Salah satu contohnya adalah keuangan Garuda Indonesia yang berhasil mengantongi pendapatan sebesar USD3,54 miliar dengan laba bersih USD122,42 juta di kuartal III-2019. Pada periode yang sama tahun lalu, GIAA justru mengalami kerugian sebesar USD114,08 juta
7. Maskapai Mendapatkan Keuntungan Karena Kenaikan Harga Tiket
Pengamat Penerbangan lainnya Gatot Raharjo mengatakan, penyebab mengapa maskapai seperti Garuda Indonesia masih untung adalah karena tiket pesawat yang masih mahal. Meskipun masih berada di bawah Tarif Batas (TBA) namun kenaikan 30% sudah cukup untuk menutupi pengurangan pendapat dari penurunan jumlah penumpang.
"Kenapa tiket enggak turun? Ya karena maskapai tidak mau menurunkan. Dengan kenaikan harga tiket yang sekitar 30%, masih bisa menutupi pengurangan pendapatan dari jumlah penumpang yang turun sekitar 20%," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (1/1/2020).

8. Mengurangi Jumlah Penerbangan Juga Merupakan Salah Satu Maskapai Untung
Ditambah lagi lanjut Gatot, maskapai juga mulai mengurangi jumlah frekuensi penerbangannya. Biasanya rute penerbangan yang ditutup merupakan rute yang sepi penumpang.
Dengan ditutupnya beberapa rute penerbangan, maka biaya operasional maskapai juga mulai berkurang. Berkurangnya biaya operasional berimbas pada keuangan maskapai yang membaik.
"Dan lagi, dengan pengurangan frekuensi penerbangan karena penumpang berkurang, maka biaya produksi maskapai juga bisa ditekan. Jadi jangan heran walau jumlah penumpang turun, maskapai justru dapat untung. Maskapai butuh untung untuk menutupi finansial dan biaya operasi yg bengkak," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.