Ketegangan AS-Iran Bikin Harga Minyak Melonjak, Menko Luhut: Kita Jangan Terlalu Heboh

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 15:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 320 2150657 ketegangan-as-iran-bikin-harga-minyak-melonjak-menko-luhut-kita-jangan-terlalu-heboh-oGzHWgMQ1F.jpg Menko Luhut. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang membuat harga minyak dunia melonjak lebih dari 4% pada level tertinggi di awal perdagangan pada Selasa malam (Rabu waktu Jakarta) jangan dibuat heboh.

"(Harga minyak), ya pasti naik, enggak apa-apa. Tapi kan semua itu hidup itu pasti ada naik turun. Jangan kita terlalu heboh dengan kejadian itu lah. Kita lihat cermat, pelan-pelan," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Baca Juga: Memanasnya Hubungan AS-Iran Ganggu Bisnis E-Commerce?

Seperti diketahui, serangan AS ke Baghdad telah menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani. Serangan yang sama juga diduga telah menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis Irak, wakil komandan milisi yang didukung Iran.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, akan melihat dampak dari ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran ke dalam negeri yang terjadi pada beberapa waktu terakhir. Permasalahan kedua negara tersebut berimbas pada terganggunya produksi energi di wilayah Timur Tengah dan membuat naiknya harga minyak global.

 Baca Juga: AS-Iran Memanas, Sri Mulyani: Kita Lihat Pergerakannya

Menurutnya, pemerintah akan selalu memperhatikan perkembangan kondisi global dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satunya perkembangan harga minyak dunia.

"Jadi kami selalu menjaga APBN, kami akan membuat skenario. Sama seperti waktu 2018 itu juga ada gejolak yang cukup tinggi, tahun 2019 juga gejolak tinggi. Jadi kita akan jaga," kata Sri Mulyani.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini