nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Stasiun Jadi TOD, KAI dan MRT Jakarta buat Perusahaan Patungan

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 10:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 10 320 2151363 4-stasiun-jadi-tod-kai-dan-mrt-jakarta-buat-perusahaan-patungan-bUTfDA0FAQ.jpg Kerja sama KAI dan MRT (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) menandatangani perjanjian kerja sama pendirian perusahaan patungan di Gedung Kementerian BUMN Jakarta. Hal ini guna mengintegrasi transportasi di Jabodetabek.

Acara tersebut oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro, Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar dan beberapa pihak terkait lainnya.

 Baca juga: Hyperloop Mengancam Industri Penerbangan?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penandatanganan kerja sama ini, merupakan babak baru bagi Jakarta. Dirinya pun berharap transportasi umum di Jakarta menjadi kelas dunia.

 Tanah Abang

"Kita tidak ingin transportasi umum ini nantinya dihindari. Ada yang penting dari ekonomisnya dan efisiensinya. Di mana adanya transportasi ini juga bisa menyatukan," ujar dia, Jumat (10/1/2020).

 Baca juga: Sisir Truk Kelebihan Muatan, Bina Marga Gandeng Polri dan Kemenhub

Menurut dia, dengan penandatanganan ini, nantinya ada empat stasiun di Jabodetabek yang akan dibikin transit oriented development (TOD). Seperti stasiun Juanda, Senen, Sudirman dan Tanah Abang.

"Jadi bulan Maret 2020, empat stasiun tersebut akan bisa bertintegrasi. Dan kita namai Moda Transportasi Jabodetabek," ungkap dia.

 Baca juga: Demam Skuter Listrik, Kini Dilarang Melintas di Trotoar Plus Denda Rp20 Juta

Sementara itu, Dirut MRT Jakarta William Syabandar menyatakan perusahaan patungan ini akan bertindak sebagai perusahaan induk dalam bidang transportasi perkeretaapian yang mengelola transportasi perkeretaapian terintegrasi dan kawasan berorientasi transit.

"Termasuk, kegiatan usaha investasi sesuai izin usaha dan hukum yang berlaku di Indonesia," pungkas dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini