nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Runtuhnya Gedung di Slipi, Diduga karena Pelapukan Dinding

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 12 Januari 2020 09:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 11 470 2151855 fakta-runtuhnya-gedung-di-slipi-diduga-karena-pelapukan-dinding-32sfr8s28S.png Gedung di Slipi Roboh. (Foto: Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA – Masyarakat sempat dihebohkan dengan robohnya gedung bertingkat di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Peristiwa robohnya gedung tersebut terjadi sekira pukul 09.20 WIB, Senin 6 Januari 2020.

"#InfoRescue Senin (06/01/2020). Terima berita 09.20. Unit tiba 09.30. Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat," tulis Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta lewat akun twitternya, @humasjakfire.

Berikut sejumlah fakta terkait tentang robohnya gedung di Slipi seperti yang dirangkum Okezone, Minggu (12/1/2020):

1. Korban mencapai 11 orang

Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Budi Purnama mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gedung roboh di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020). Dia menyebut, pihaknya menyelamatkan sebelas orang korban dalam kejadian tersebut.

Dari kesebelas korban, hanya tiga orang yang mengalami luka-luka. Lalu, lima orang lainnya ditemukan terjebak di lantai dua bangunan berlantai empat tersebut.

Budi menyebut, ketiga korban yang berada di luar gedung itu mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan dan Rumah Sakit Pelni. Saat ini, kondisinya masih menjalani perawatan.

11 Orang Terluka Akibat Gedung Ambruk di Slipi

2. Tak Ada Saluran Pembuangan Air

Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Budi Purnama mengatakan, penyebab robohnya gedung di Slipi, diduga karena tak mempunyai saluran pembuangan. Padahal kondisi saat ini memasukin musim penghujan.

"Ini kan musim hujan, dia menyerap air terlalu banyak sudah dari per lantai tidak ada pembuangan air," kata Budi di lokasi.

"Selanjutnya posisi dinding gedung ini sendiri telah terjadi penyerapan air yang berlebihan, jadi untuk bagian lantai 4 dan 3 rata-rata plafonnya itu sudah terjadi rembesan air," imbuhnya.

Baca Juga: Gedung 4 Lantai di Slipi Roboh, Bagaimana Pemeliharaannya?

3. Dinding Mengalami Pelapukan

Budi menambahkan, pihaknya telah memeriksa bangunan tersebut, di mana di dalamnya terlihat rembesan air di setiap lantai tiga dan empat.

"Jadi menyebabkan di lantai 3-4 itu terjadi pelapukan. Pelapukan ada setiap sisi dinding karena terjadinya pelapukan tadi," ujar Budi.

4. Menimpa Minimarket yang Ada di Bawahnya

Robohnya gedung di Slipi juga menimpa sebuah minimarket yang berada di bawahnya. Pantauan Okezone di lokasi, gedung itu bertingkat empat lantai dengan lantai dasar terdapat sebuah minimarkat, yaitu Alfamart.

Paska kejadian, di dalam Alfamart sudah tidak ada aktivitas perbelanjaan. Puing-puing bekas runtuhan bangunan berserakan di depan lokasi.

Baca Juga: Gedung Lantai 4 di Slipi Ambruk, Pakar Konstruksi: Sebaiknya Dirobohkan

5. Tidak Memiliki IMB dan Izin Usaha

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta (DPMPTSP), Benny Chandra mengatakan, gedung empat lantai yang roboh di kawasan Slipi, tak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin melakukan kegiatan usaha.

"Enggak ada izinnya sama sekali di data DPMPTSP," kata Benny kepada wartawan, Senin (6/1/2020).

Ia menyebut, bangunan tersebut merupakan gedung lama. Namun, tak mengetahui secara pasti kapan gedung itu berdiri. "Itu bangunan lama," ujarnya.

11 Orang Terluka Akibat Gedung Ambruk di Slipi

6. Dilakukan Perobohan Gedung

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan perobohan untuk meratakan gedung empat lantai runtuh tersebutDengan menggunakan ekskavator jajaran petugas melakukan perobohan.

Kasiop Basarnas Jakarta, I Made Oka mengatakan, salah satu proses yang dilakukan dengan memotong besi-besi penyangga yang ada di gedung tersebut.

Menurutnya, petgas masih belum bisa langsung meruntuhkan bangunan karena harus terlebih dulu memotong pondasi.

"Update terakhir saat ini sedang dilakukan pembongkaran meruntuhkan bagian-bagian dari gedung, sehingga tidak membahayakan masyarakat," kata I Made.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini