nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Naik 70%, Saham Royalindo Investa Wijaya Kena Autoreject

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 10:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 13 278 2152190 naik-70-saham-royalindo-investa-wijaya-kena-autoreject-cqXleiXTMc.jpeg IPO Royalindo Investa Wijaya (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Royalindo Investa Wijaya Tbk resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini, Senin (13/1/2020). Emiten berkode saham INDO itu menjadi emiten ke-4 melantai di bursa pada tahun 2020, sekaligus perusahaan tercatat ke-672 di BEI.

Melalui skema penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), perseroan yang bergerak di bidang properti itu melepas sebanyak-banyaknya 861,82 juta unit saham ke publik. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp110 per saham, sehingga lewat aksi korporasi ini perseroan dapat meraup dana segar sebesar Rp94,8 miliar.

Baca Juga: Royalindo Investa Wijaya Bakal Melantai di BEI Hari Ini

Pada pembukaan perdagangan, saham INDO naik 77 poin ke level Rp187 dari harga IPO, atau mengalami kenaikan 70%. Saham INDO ditransaksikan sebanyak 3 kali dengan volume sebanyak 645 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp12,06 juta.

Dengan demikian, saham INDO langsung terkena penolakan otomatis (auto rejection) oleh Jakarta Automated Trading System (JATS), karena kenaikan harga saham melebihi ketentuan persentase tertinggi harian khusus saham IPO.

IHSG

Dalam ketentuan perdagangan perdana saham yang baru dicatatkan dapat terkena auto rejection jika naik atau turun berlaku dua kali lipatnya. Terdiri dari sebesar 70% untuk harga saham Rp50-Rp200, 50% untuk harga saham Rp200-Rp5.000, dan 40% untuk harga saham di atas Rp5.000.

"Ke depan kami berencana mengembangkan fasilitas indekos. Dengan IPO ini kami berharap bisa mengakses sumber pendanaan yang lebih luas dan memiliki peluang untuk lebih kembangkan usaha. Kami juga berkomitmen penuh untuk taya kelola perusahaan yang baik sesuai dengan perundangan yang berlaku di pasar modal," ujar Direktur Utama Royalindo Investa Wijaya Leslie Soemedi di Gedung BEI, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: Ada Saham Gorengan, Ini Cara BEI Lindungi Investor

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan 861,82 juta waran seri I atau 20% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Adapun dalam aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan laman resmi Royalindo Investa Wijaya, perseroan berdiri pada tahun 2005 dan memiliki tiga anak usaha yakni PT Semangat Bangun Nusantara, PT Mulia Arta Nusantara, dan PT Semangat Pangeran Abadi. Kini perseroan memiliki kegiatan usaha jasa penyedia kamar kost, di samping menjalankan jasa rental mobil.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini