nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pecahkan Rekor ASEAN, UEA Bakal Investasi Rp1,8 Triliun di PLTS Terapung Cirata

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 13:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 320 2152694 pecahkan-rekor-asean-uea-bakal-investasi-rp1-8-triliun-di-plts-terapung-cirata-mvTUkS9YWP.jpg UEA Investasi PLTS Terapung Cirata (Foto: Setkab)

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) menggelontorkan sejumlah uang untuk berinvestasi pada beberapa proyek di Indonesia dengan UEA. Berdasarkan perkiraan, total investasi UEA sebesar USD22,89 miliar untuk 16 proyek.

Salah satu kesepakatan bisnis yang akan dijalankan adalah investasi di sektor energi dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Baca Juga: Bangun Ibu Kota Baru, UEA Pakai Konsep Dana Abadi

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Prbadi mengatakan, perusahaan energi baru terbarukan (EBT) dari UEA akan membangun PLTS berkapasitas 145 mega watt peak (MWp). Nantinya, perusahaan UEA ini akan bermitra dengan perusahaan energi yang ada di Indonesia.

Menurut Agung, investasi di pembangkit ini diperkirakan mencapai Rp1,8 triliun. PLTS Terapung Cirata diproyeksikan memecahkan rekor pembangkit bertenaga surya terbesar di ASEAN setelah PLTS di Filipina, Cadiz Solar Powerplant sebesar 132,5 mw..

“Perusahaan energi baru terbarukan (EBT) Masdar, yang berbasis di Abu Dhabi, PEA, nantinya akan bermitra dengan PT Pembangkit Jawa Bali Investasi (PJBi) membangun PLTS Terapung Cirata sebesar 145 Mega Watt Peak (MWp),” katanya seperti dilansir setkab, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Putra Mahkota UEA Jadi Dewan Pengarah Ibu Kota Baru

Selain pengembangan Energi Baru Terbarukan, dalam pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Putra Mahkota UEA, Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) ditandatangani pula kesepakatan bisnis sejumlah proyek migas seperti pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan antara Pertamina dengan Mubadala. Potensi minyak mentah di Balongan antara Pertamina dengan ADNOC, hingga penyediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) antara ADNOC dengan Pertamina.

 Jokowi

Pada subsektor mineral, ditandatangani pula kerja sama Emirates Global Aluminium (EGA) dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam rangka penambahan produksi ingot alloy dan billet. Pada masa uji coba penambahan produksi direncanakan sekitar 20 ribu ton, dimana kapasitas produksi normal saat ini mencapai 250 ribu ton.

Berikut rincian kerja sama bisnis antara PEA-Indonesia di sektor energi: LPG Supply Contract antara Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) dan Pertamina dengan nilai kontrak USD90-270 juta. Lalu, RIPA (Refinery Investment Principle Agreement) antara Mubadala Investment Company dan Pertamina untuk melanjutkan negosiasi kepemilikan hingga 49% saham PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) – RDMP RU V dengan total potensi kerjasama senilai USD1,6 miliar.

Kemudian MoU antara ADNOC dan Pertamina tentang kerja sama pengembangan Project Crude to Petrochemical USD10,1 miliar. Lalu penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) untuk PLTS Terapung Cirata antara PT PJB dengan Masdar, proyeksi nilai investasi USD129 juta; Adendum MoU antara Emirates Global Aluminium (EGA) dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam rangka mengakomodir penetapan jangka waktu kerja sama.

Proyek Peningkatan Kapasitas Tungku Peleburan termasuk transfer teknologinya dari 250 ktpa (kilo tonnes per annum) menjadi 300 ktpa, Technical Exchange di bidang Reduction Technology dan proyek Greenfield Aluminium Smelter di Kalimantan Utara berkapasitas 500-1.000 ktpa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini