3. Jiwasraya Miliki Lebih dari 5.000 Transaksi Dalam Kurun Waktu 10 Tahun Terakhir
Kejaksaan Agung menyebut ada lebih dari 5.000 transaksi investasi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sepanjang tahun 2009-2018. Transaksi ini menimbulkan masalah tekanan likuiditas di Jiwasraya yang berimbas pada gagal bayar. 5.000 transaksi investasi ini mencakup investasi di reksa dana, sahamdan pengalihan pendapatan. Sebagian besar investasi dilakukan pada saham dan reksadana berkualitas rendah.
Jiwasraya diketahui menempatkan investasi pada saham sebanyak 22,4% senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Dari jumlah ini, 5% dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik dan sebanyak 95% dana ditempatkan di saham yang memiliki kinerja buruk.
Kemudian investasi juga dilakukan pada reksadana sebanyak 59,1% senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah ini, sebesar 2% dikelola oleh manager investasi Indonesia berkinerja baik (top tier management), sedangkan 98% dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.
Baca Juga: Pilih Jadi Menteri atau Pengusaha? Erick Thohir: Saya Pilih Jadi Pengusaha
4. Penyelesaian Dana Nasabah Dilakukan Setelah Tandatangan Holdingisasi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan rencana pengembalian dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan dilakukan bertahap setelah holdingisasi ditandatangani sekitar akhir bulan Februari. Pembentukan holding ini diperkirakan akan mendatangkan dana segar (cash flow) sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun.
"Pembentukan holding itu, juga kalau ditarik 4 tahun ke depan itu bisa sampai Rp8 triliun," kata Erick, dilansir dari laman setkab.
Saat ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menyiapkan Peraturan Pemerintah (PP) yang akan menjadi dasar hukum pembentukan holding BUMN Asuransi.
Baca Juga: Salah Investasi, Skandal Jiwasraya yang Bikin Rugi Negara Rp13,7 Triliun
5. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) Jadi Induk Holding BUMN Asuransi
"Induknya Bahana. Sekarang sedang proses pembuatan PP-nya," ujar Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo, Kamis (16/1/2020)
Di bawah holding ini nantinya akan ada perusahaan-perusahaan seperti PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), serta PT Jasa Raharja (Persero).
6. Rencana Merger Jiwasraya
Tidak hanya itu, Erick mengungkap adanya rencana pembentukan anak perusahaan Jiwasraya yaitu Jiwasraya Putra yang digadang akan menyelamatkan Jiwasraya. Pembentukan ini mencapai angka Rp1 - Rp3 triliun.
“Karena itu kan memang salah satu yang kita usulkan juga bagaimana Menteri BUMN juga bisa me–merger ataupun melikuidasi, itu menjadi tupoksinya, tapi Ibu Sri Mulyani sendiri nanti kan untuk menjual atau misalnya penyuntikan,” tambah Erick.