K3 Jangan Dianggap Penghambat Investasi, Ini Alasannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 320 2155147 k3-jangan-dianggap-penghambat-investasi-ini-alasannya-Zh2uYnKR9e.jpeg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Dokumentasi Kemenaker)

JAKARTA - Pemerintah meminta kepada seluruh perusahaan untuk fokus pada Keselmatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mengingat saat ini masih banyak sekali kasus kecelakaan kerja di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, meskipun begitu para perusahaan jangan berfikir bahwa K3 menjadi penghambat investasi. Justru K3, ini bisa menjaga iklim investasi mengingat, pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan perusahaan.

Baca Juga: Menaker Minta BUMN Jadi Ujung Tombak Penerapan Keselamatan Kerja

Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang mana dituntut untuk berinovasi, otomatisasi, internet of things, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja. Menghadapi industri 4.0 ini memerlukan cara kerja yang cepat namun juga perlu untuk berhati-hati.

"Perkembangan teknologi informasi mengharuskan kita melakukan terobosan dengan inovasi-inovasi baru dalam menterjemahkan K3. Kita juga butuh SDM kompeten dan saya lihat Pertamina menjawabnya dengan meningkatkan SDM pengelola K3, " ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (19/1/2020).

Baca Juga: Marak Kecelakaan Kerja, Menaker Minta Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan

Menurut Ida, masalah K3 seharusnya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja. Justru yang harus dilakukan adalah bagaimana bisa mencegah agar kecelakaan kerja tidak terjadi.

Sebab, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK).

"Jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan. Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban, " ujarnya

Baca Juga: Rencana Penghapusan UMK, Ini Penjelasan Menaker

Ida juga meminta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menjadi ujung tombak dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sehingga perusahaan-perusahaan lainnya juga bisa mengikuti jejak untuk konsen terhadap K3.

Menurut Ida, pemenuhan K3 seharusnya bukan hanya sebatas formalitas semata. Justru menurutnya, hal ini harus dijadikan fokus lebih bagi perusahaan-perusahaan BUMN agar menjadi percontohan bagi yang lainnya.

"Saya harap semua pihak di Pertamina Balikpapan melakukan upaya konkrit pelaksanaan K3, dengan lompatan inovasi dan Pertamina diharapkan menjadi bagian penting mensupport bagaimana peningkatan produktivitas tenaga kerja, " ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini