Marak Kecelakaan Kerja, Menaker Minta Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 320 2155126 marak-kecelakaan-kerja-menaker-minta-minta-perusahaan-utamakan-keselamatan-z4pMLrrg0u.jpeg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Dokumentasi Kemenaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, mengingatkan kembali pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Oleh karena itu, dirinya meminta kepada perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan pengawasan dan kesadaran akan pentingnya K3.

Apalagi kasus kecelakaan kerja masih kerap terjadi di Indonesia. Pada periode tahun 2018 lalu, kasus kecelakaan kerja mencapai 157.313 kasus. Sementara pada periode September 2019, ada sekitar 130.923 kasus kecelakaan kerja yang terjadi.

Baca Juga: Pentingnya Budayakan Keselamatan Kerja

Menurut Ida, masalah K3 seharusnya tidak hanya diingat dan dibahas saat terjadi kasus kecelakaan atau musibah di tempat kerja. Justru yang harus dilakukan adalah bagaimana bisa mencegah agar kecelakaan kerja tidak terjadi.

Baca Juga: Moratorium Infrastuktur Layang Jangan Terlalu Lama, Pemerintah Harus Perbaikan Prosedur

Menurut Ida, kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kematian, kerugian materi, moril dan pencemaran lingkungan, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Kecelakaan kerja juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK).

"Jangan sampai problem K3 baru mendapat perhatian saat korban berjatuhan. Jangan sampai kita baru peduli soal K3 ketika ada gugatan dari masyarakat atau keluarga korban, " ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Minggu (19/1/2020).

Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang mana dituntut untuk berinovasi, otomatisasi, internet of things, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja.

Oleh karena itu lanjut Menteri Ida, K3 seharusnya tak hanya dijadikan sebagai penghambat investasi. Justru K3, ini bisa menjaga iklim investasi mengingat, pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan perusahaan.

Baca Juga: Ini Rincian Anggaran Rp10 Triliun untuk Kartu Prakerja

"Perkembangan teknologi informasi mengharuskan kita melakukan terobosan dengan inovasi-inovasi baru dalam menterjemahkan K3. Kita juga butuh SDM kompeten dan saya lihat Pertamina menjawabnya dengan meningkatkan SDM pengelola K3, " ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini