Angka Kecelakaan Kerja Turun 33% Jadi 77.295 Kasus di 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 320 2169354 angka-kecelakaan-kerja-turun-33-jadi-77-295-kasus-di-2019-LPgufEiuSa.jpeg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Dokumentasi Kementerian Ketenagakerjaan)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan menyebut masalah kecelakaan kerja masih menjadi tantangan di bidang ketenagakerjaan. Meskipun jumlah kecelakaan kerja pada tahun lalu mengalami penurunan dari periode sebelumnya.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2018 telah terjadi kecelakaan yang berada ditempat kerja sebanyak 114.148 kasus. Sementara pada tahun 2019, hanya 77.295 kasus saja atau turun 33,05%.

Baca Juga: Menaker Minta BUMN Jadi Ujung Tombak Penerapan Keselamatan Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, memang ada penurunan kasus jumlah kecelakaan kerja, hanya saja dirinya meminta agar angka tersebut bisa ditekan. Oleh karenanya, dirinya menghimbau kepada seluruh pemangku kepentingan baik dari Serikat Pekerja, Pengusaha, Pekerja maupun masyarakat agar terus meningkatkan pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Apalagi, saaat ini dengan adanya revolusi industry 4.0, sangat diperlukan adanya suatu upaya inovatif dalam mengendalikan potensi bahaya baru akibat dari jenis-jenis pekerjaan baru dengan pendekatan otomatisasi, super computer, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja.

Baca Juga: Marak Kecelakaan Kerja, Menaker Minta Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan

Pemerintah sendiri telah memiliki rancangan strategi nasional di bidang ketenagakerjaan yang telah dituangkan dalam RPJMN, yaitu meningkatnya tenaga kerja yang berdaya saing dan iklim hubungan industrial yang kondusif dalam menghadapi pasar kerja yang fleksibel.

"Maka dari itu saya meminta dukungannya agar dalam pelaksanaan K3 agar serius guna menghindari terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga terciptalah tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan tercapai produktivitas yang tinggi," ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Minggu (16/2/2020)

Menurut Ida, jangan sampai K3 dianggap sebagai penghambat investasi, justru K3 adalah penjaga investasi karena pelaksanaan K3 adalah soal nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan berusaha mengingat K3 merupakan prioritas utama

Baca Juga: Pentingnya Budayakan Keselamatan Kerja

"Untuk itu, saya mengajak semua pihak untuk terus menggelorakan K3 agar dapat terlaksana secara efektif dan efisien di semua tempat. Kerja sama dan koordinasi yang baik ini harus terus kita tingkatkan dalam memotivasi pelaksanaan K3 di tempat masing-masing sesuai kewenangan masing-masing," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini