nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petani Tidak Rugi Kalau Karet dan Bijinya Dijadikan Bahan Baku BBN

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 320 2155510 petani-tidak-rugi-kalau-karet-dan-bijinya-dijadikan-bahan-baku-bbn-gUlyEF6CUV.jpg Biodiesel (Foto: reuters)

JAKARTA - Produksi karet nasional yang dilihat dari latex, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir cukup besar yakni di atas 3,3 juta ton, sedangkan untuk harga karet dalam 5 tahun terakhir terus mengalami tekanan pada level yang dinilai tidak remunerative bagi produsen. Selain itu, daya serap karet untuk industri ban hanya menyerap 70% dari konsumsi karet alam nasional.

Oleh sebab itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian Johnny Darmawan menilai perlu untuk segera mencari solusi karena petani mengalami kesulitan penjualan dan kesulitan meningkatkan harga karet.

"Agar petani tidak tambah rugi maka harus ada upaya lain untuk meningkatkan ketahanan para petani melalui pemanfaatan karet dan biji karet sebagai bahan baku bahan bakar nabati selain kelapa sawit,” katanya dalam diskusi mengenai industri karet di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Senin (20/1/2020).

biodiesel

Dia mengatakan, untuk mewujudkan keberlangsungan industri berbasis karet, maka diperlukan dukungan dan kerjasama dari pemerintah, yakni terkait konsistensi terhadap kebijakan hilirisasi hasil perkebunan karet menjadi produk yang bernilai tambah. "Di antaranya dengan pengembangan bahan bakar nabati berbasis karet dan pemanfaatannya di dalam negeri sebagai bahan bauran energi yang berdaya saing," tambahnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, karet termasuk tanaman perkebunan non pangan yang saat ini produksinya sudah sudah surplus tetapi tidak semuanya terserap oleh pasar. Karet juga termasuk dalam kategori tanaman bioenergi multiguna yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku bahan bakar nabati.

biodiesel

"Namun hal itu perlu dukungan kebijakan pemerintah yang mencukupi," katanya dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, potensi pemanfaatan karet di luar industri ban semakin terbuka lebar paska terbitnya beberapa kebijakan terkait penggunaan energi alternatif pengganti BBM untuk jenis diesel/solar. Biodiesel dapat diaplikasikan baik dalam bentuk 100% (B100) atau campuran dengan minyak solar pada tingkat konsentrasi tertentu seperti B20.

Begitu pula dengan pemanfaatan biji karet yang sangat terbuka lebar untuk menjadi campuran bahan bakar. Lantaran kandungan minyak di dalam daging biji karet mencapai 45,63%.

Tanaman karet juga dapat menghasilkan 800 biji karet untuk setiap pohonnya per tahun. Pada lahan seluas 1 ha, dapat ditanami sebanyak 400 pohon karet. Maka untuk lahan seluas 1 ha diperkirakan dapat menghasilkan 5.050 kilogram (kg) biji karet per tahun.

Adapun rendemen minyak biji karet (kering) tercatat sebesar 40-50%, sehingga diperkirakan setiap hektare tanaman karet berpotensi menghasilkan 1.000 liter minyak.

"Selain banyak digunakan untuk industri ban, karet saat ini telah banyak digunakan untuk industri lain seperti bahan baku campuran aspal, bantalan Jembatan serta berpotensi untuk pemanfaatan bahan bakar nabati," kata Aziz.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini