Laba Bersih BNI Naik 2,5% Jadi Rp15,3 Triliun di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 278 2156733 laba-bersih-bni-naik-2-5-jadi-rp15-3-triliun-di-2019-6Q0W9uz696.jpeg Konferensi Pers Laporan Keuangan BNI (Foto: Okezone.com/Yohana)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengantongi laba bersih sebesar Rp15,38 triliun sepanjang tahun 2019. Realisasi itu hanya tumbuh 2,5% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp15,02 triliun. Padahal, pada tahun 2018 BNI berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,3% yoy dari posisi Rp13,62 triliun pada akhir 2017.

"Kinerja anak usaha berhasil menyumbang 11,6% dari laba yang diperoleh grup BNI di 2019. Kontribusi kelima anak usaha terhadap kinerja BNI tumbuh 33,3% secara yoy," ujar Direktur Keuangan BNI Ario Bimo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: BNI Hong Kong Konsisten Promosikan Investasi dan Ekspor Indonesia

Dia menjelaskan, pertumbuhan laba bersih perseroan pada tahun lalu ditopang penyaluran kredit yang naik 8,6% yoy menjadi Rp556,77 triliun. Hal ini membuat pendapatan bunga (net interest income/NII) sebesar Rp36,6 triliun atau 3,3% dari tahun sebelumnya Rp35,45 triliun.

"Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE (return on equity) pada posisi 14% di akhir tahun 2019," ujarnya.

Baca Juga: Fokus di LinkAja, BNI Tak Lagi Uji Coba dengan WeChat dan Alipay

Seiring dengan peningkatan NII, bank pelat merah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) sebesar 18,1% menjadi Rp11,36% dari tahun sebelumnya Rp9,62 triliun. Realisasi FBI ini, 27,4% di antaranya berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri.

Sementara itu, kinerja keuangan perseroan juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,1% jadi Rp614,31 triliun. Pada tahun 2018, BNI tercatat menghimpun DPK sebesar Rp578,78 triliun. Pada akhir 2019, aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan 4,6% yoy menjadi Rp845,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp808,57 triliun.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini