"Pertumbuhan NII tersebut mampu menjaga ROE (return on equity) pada posisi 14% di akhir tahun 2019," ujarnya.
Baca Juga: Fokus di LinkAja, BNI Tak Lagi Uji Coba dengan WeChat dan Alipay
Seiring dengan peningkatan NII, bank pelat merah ini juga mencatatkan peningkatan pendapatan non bunga (fee based income/FBI) sebesar 18,1% menjadi Rp11,36% dari tahun sebelumnya Rp9,62 triliun. Realisasi FBI ini, 27,4% di antaranya berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor-kantor BNI cabang luar negeri.
Sementara itu, kinerja keuangan perseroan juga didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,1% jadi Rp614,31 triliun. Pada tahun 2018, BNI tercatat menghimpun DPK sebesar Rp578,78 triliun. Pada akhir 2019, aset perusahaan juga mengalami pertumbuhan 4,6% yoy menjadi Rp845,61 triliun dari tahun sebelumnya Rp808,57 triliun.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.