Jumlah Rekening di Bawah Rp500 Juta Tumbuh Melambat, Hanya 6,4% di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 320 2156694 jumlah-rekening-di-bawah-rp500-juta-tumbuh-melambat-hanya-6-4-di-2019-4WwzCf63UA.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan kategori jumlah simpanan di bawah Rp500 juta hanya sebesar 6,4% hingga akhir tahun 2019. Padahal tahun sebelumnya, pertumbuhan jumlah rekening dengan saldo di bawah Rp500 juta mencapai 9,06%.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyatakan, perlambatan pertumbuhan simpanan tersebut, seiring dengan adanya perlambatan pertumbuhan pendapatan masyarakat.

 Baca juga: BI Rate Sudah Turun 1%, Kok Bunga Bank Belum Turun Juga?

"Untuk jumlah rekening dengan saldo di bawah Rp500 juta memang melambat, sejalan dengan melemahnya pertumbuhan pendapatan di akhir tahun," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Meski demikian, pada awal tahun 2019 diakui Halim sempat terjadi peningkatan simpanan pada rekening di bawah Rp500 juta. Hal itu sejalan dengan program bantuan sosial dari yang dikucurkan pemerintah pada awal tahun, sebagai kebijakan countercyclical ekonomi Indonesia.

 Baca juga: Era Digitalisasi, Kantor Cabang Dinilai Tak Diperlukan Lagi

"Pada waktu itu banyak program sosial untuk menjaga penurunan pendapatan masyarakat," imbuhnya.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah rekening tertinggi terjadi pada kategori simpanan dengan saldo Rp500 juta sampai dengan Rp1 miliar yang tumbuh 8,3%. Sementara pada rekening dengan saldo di atas Rp2 miliar hanya tumbuh 6,3%.

 Baca juga: Presiden Jokowi Minta Bankir Bangun Kantor Cabang di Wamena

Secara keseluruhan, LPS mencatat DPK perbankan tumbuh 6,54% di sepanjang tahun 2019. Pertumbuhan DPK tertinggi ada di bank BUKU I dengan tumbuh 9,94% dan BUKU II yang tumbuh 10,8%, berada di atas rata-rata pertumbuhan industri.

"Dari pantauan LPS, kondisi stabilitas sistem keuangan dari sisi pergerakan dana masyarakat menunjukkan normal," kata Halim.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini