nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pecahkan Rekor, Investor Asal Hong Kong Beli Rumah Mewah di London Seharga Rp3,58 Triliun

Irene, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 470 2156787 pecahkan-rekor-investor-asal-hong-kong-beli-rumah-mewah-di-london-seharga-rp3-58-triliun-yWc7JIG5no.jpg Rumah Mewah (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Investor real estate asal Hong Kong, Cheung Chung Kiu memecahkan rekor real estate dunia dengan membeli rumah besar senilai USD262 juta atau berkisar Rp3,58 triliun (kurs Rp13.683 per USD). Pembelian properti mewah ini mengalahkan rekor pembelian rumah mewah di Inggris seharga USD183 juta di tahun 2011.

Baca Juga: Moodys Prediksi Pasar Properti RI Kian Membaik di 2020

Dia adalah Cheung Chung Kiu, pebisnis asal Hong Kong yang membeli rumah berukuran 5.759 m2 yang terletak di 2-8a Rutland Gate, London, Inggris. Pada 2016 silam, Forbes menyebut Cheung sebagai bintang yang sedang naik daun dalam bisnis properti Hong Kong dan memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai angka USD900 juta atau sekitar Rp12,3 triliun. Perusahaan milik Cheung, CC Land Holdings memiliki Gedung Leadenhall, yang merupakan gedung pencakar langit setinggi 740 kaki di pusat kota London.

Berjarak 10 menit jalan kaki dari Harrods, salah satu departement store paling ikonik sedunia, anda dapat mengunjungi kediaman luas yang terletak di lingkungan kelas atas pusat kota London yang adalah gabungan dari empat rumah sekaligus. Rumah ini dikabarkan memiliki setidaknya 45 kamar.

Baca Juga: Drone, Big Data hingga AI Mulai Mengubah Sektor Properti

Rumah yang pernah terdaftar dengan harga USD391 juta ini sebelumnya dimiliki oleh mantan perdana menteri Lebanon, Rafic Hariri yang setelah kematiannya kemudian memberikan rumah mewah ini kepada Putra Mahkota Arab Saudi Saudi Nayef bin Abdulaziz. Cheung kemudian membelinya dari Nayef.

Mengutip Beauchamp, pembelian properti mewah oleh Cheung ini menandakan bahwa uang asing mulai mengalir dalam pasar real estate Inggris. Pembeli internasional dikatakan mengambil keuntungan dari mata uang Pound Inggris yang melemah. Selain itu menurut Journal, kerusuhan yang terjadi di Hong Kong juga mungkin menjadi sebab peningkatan minat pembeli dari China.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini