nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moodys Prediksi Pasar Properti RI Kian Membaik di 2020

Irene, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 21:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 12 470 2141230 moodys-prediksi-pasar-properti-ri-kian-membaik-di-2020-avvuT2TMjb.jpg Industri Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Moody's memprediksi industri properti di Indonesia sedang dalam posisi terbaik pada 2019-2020. Dengan permintaan residensial properti pasar massal dan lahan industri yang akan pulih.

Akan tetapi, penyaluran kredit masih melemah, namun risiko pembiayaan diperkirakan naik mulai 2021.

"Dalam hal tema pasar, segmen residensial dan industri properti di posisi terbaik pada 2019-2020, sedangkan pemulihan permintaan terhadap residensial properti pasar massal ini mengacu dengan pemilihan presiden awal tahun ini," kata Vice President Senior Credit Officer Moody's Investors Jacintha Poh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Baca Juga: Drone, Big Data hingga AI Mulai Mengubah Sektor Properti

Menurut Poh, kelanjutan investasi dan belanja infrastruktur akan mendukung permintaan pengembangan lahan industri. Sedangkan segmen properti kantor akan terus ditantang dengan pasokan berlebih.

Penilaian yang dilakukan Moody terhadap enam pengembang properti di Indonesia memprediksi bahwa pertumbuhan penjualan yang bakal menguat pada paruh pertama 2020.

Baca Juga: Harga Properti Diprediksi Naik 9%, Masyarakat Bidik Rumah di Bawah Rp500 Juta

Selanjutnya dalam metrik kredit tertentu pada pengembang yang memiliki peringkat tinggi, cakupan bunganya akan semakin meningkat dari level yang dicatat pada 2018. Tetapi akan tetap lemah hingga 2019-2020 karena tingkat utang tinggi dan waktu yang dibutuhkan untuk mencatat penjualan sebagai pendapatan.

Risiko pembiayaan kembali oleh pengembang properti juga diperkirakan akan meningkat selama 12-18 bulan ke depan. Utang yang jatuh tempo pada 2020 akan tetap dapat dikelola mengingat jumlahnya yang rendah. Sedangkan mengacu pada obligasi Dolar Amerika Serikat yang besar pada 2021, risiko pembiayaan kembali akan meningkat.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini