BI: Penguatan Rupiah Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 278 2157264 bi-penguatan-rupiah-bisa-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-76MhayHB9i.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

 JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penguatan nilai tukar Rupiah memiliki banyak dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Termasuk, penguatan Rupiah ternyata bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Bagaimana caranya bisa mendorong ekonomi? Dari sisi ekspor manufaktur akan terbantu karena mereka butuh impor, dengan penguatan Rupiah, produksi dan ekspor manufaktur juga akan meningkat,” kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Rupiah Makin Perkasa, Gubernur BI: Prospek Ekonomi Meningkat

Selain ekspor, penguatan Rupiah juga akan mendorong investasi dalam negeri. Secara keseluruhan, kata Perry, dampak dari penguatan Rupiah positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Mungkin para eksportir yang komoditas penerimaan Rupiahnya kurang tapi penerimaan dolarnya baik. Di sisi lain, ekspor manufaktur baik dolar maupun Rupiahnya akan naik. Impornya juga akan dibantu untuk impor bahan baku barang modal untuk kebutuhan investasi,” ucapnya.

Baca Juga: Rupiah Mata Uang Terkuat di Asia, Apa Kata BI?

Pagi ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp13.600-an per USD. Mengutip Bloomberg Dollar Index, pukul 9.18 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.623 per USD.

Rupiah bergerak di kisaran Rp13.615-Rp13.641 per USD. Sementara Yahoo Finance melaporkan Rupiah berada di kisaran level Rp13.674 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp13.674-Rp13.674 per USD.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini