JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp933,1 triliun hingga akhir tahun 2019. Realiasi itu tumbuh 11% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan posisi DPK pada akhir 2018 yang sebesar Rp840,9 triliun.
"Pada periode ini, kontribusi DPK dari anak perusahaan mencapai Rp118 triliun atau tumbuh 16,4% yoy," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
Baca juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019
Dia menjelaskan, dari DPK yang berhasil dihimpun porsi dana murah (CASA) mencapai Rp609,6 triliun tumbuh 13,1% dari realisasi tahun 2018 yang sebesar Rp539,1 triliun.
Pertumbuhan dana murah itu, terdiri dari penghimpunan tabungan sebesar Rp338,6 triliun atau tumbuh 6,1% yoy. Serta dari giro yang mencapai sebesar Rp200,5 triliun atau tumbuh 24,9% yoy.
Baca juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti
Seiring dengan tumbuhnya DPK, kata Royke, perseroan memiliki permodalan dan likuiditas pada situasi yang baik. Tercermin dari rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR)Bank Only di 21,38% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 93,93%.
"Rasio yang sangat baik ini jelas akan meningkatkan optimisme kami untuk bisa menjaga sustainabilitas kinerja,” kata dia.
Baca juga: Digitalisasi Bank, Mandiri Naikkan Belanja Modal 30%
Menurutnya, Mandiri juga mendorong penghimpunan DPK peningkatan kualitas layanan nasabah melalui jaringan online. Nilai transaksi e-channel selama kuartal IV-2019 tercatat mencapai Rp610 triliun, atau tumbuh 10,0% yoy.
Pada periode itu, registered e-channel tercatat sebesar 32,4 juta atay tumbuh 11,1% yoy. Adapun Mandiri Online kini memiliki 3,23 juta aktif user.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.