nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Skimming Terjadi Lagi, 98 Nasabah BNI Dibobol Rp500 Juta

iNews TV, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157774 kasus-skimming-terjadi-lagi-98-nasabah-bni-dibobol-rp500-juta-dBnHhwnBvc.jpeg Mesin ATM (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Sebanyak 98 nasabah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menjadi korban skimming atau pembobolan. Hingga hari ini, pihak BNI mengaku sudah melakukan pergantian uang nasabah sebesar Rp500 juta.

Sudah tiga hari terakhir ini, Bank BNI di Kota Kendari Sulawesi Tenggara menjadi sorotan publik atas hilangnya uang nasabah secara tiba-tiba. Tercatat ada 98 nasabah yang menjadi korban skimming ataupun pembobolan rekening oleh orang yang tak bertanggungjawab.

Baca Juga: BNI Himpun DPK Rp614,31 Triliun di 2019, Hanya Tumbuh 6,1%

Hal itu terjadi sejak pekan lalu, di mana uang nasabah yang baru saja melakukan penarikan di bilik ATM BNI hilang secara bertahap. Seperti yang dialami oleh Suci Maulidya salah satu nasabah BCA yang merugi hingga Rp10 juta usai menarik uang di ATM BNI.

"Awalnya saya rekening BCA. Tanggal 16 (Januari) malam, terakhir saya transaksi di depan ATM yang di depan Hotel Putri. Di tanggal 17 (Januari) malam itu ada penarikan sejumlah Rp2,5 juta sebanyak 4 kali, total Rp10 juta. Saya lihat, ternyata ada penarikan di tanggal 17 itu. Saya cek mutasi, ternyata benar. Itu dari Bank BNI Mal Citraland 1, di Semarang,” kata Suci seperti dikutip dari Inewstv, jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Laba Bersih BNI Naik 2,5% Jadi Rp15,3 Triliun di 2019

Pihak BNI pun kemudian membuka layanan aduan. Hingga saat ini pihaknya telah mengganti uang nasabah yang raib lebih dari Rp500 juta.

Kepala Pelayanan BNI cabang Kendari mengakui jika hal itu terjadi karena adanya tindakan kejahatan atau skimming. Di mana dari hasil identifikasi para pelaku melakukan penarikan dari negara Filipina dan wilayah Kota Semarang Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi adanya kejadian berulang , pihak BNI rencananya akan melakukan koordinasi dengan BNI pusat untuk menerapkan kartu anti skimming. Pihaknya juga masih terus membuka layanan bagi nasabah yang merasa dirugikan.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini