nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berapa Gaji Triawan Munaf dan Irfan Setiaputra di Garuda Indonesia?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 17:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157848 berapa-gaji-triawan-munaf-dan-irfan-setiaputra-di-garuda-indonesia-7s1K8pTDt2.jpg Direksi Baru Garuda Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memiliki jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang baru. Penunjukan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru ini dilakukan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Dalam RUPSLB tersebut para pemegang saham menunjuk Triawan Munaf sebagai Komisaris Utama. Sementara untuk Direktur Utama, para pemegang saham menujuk Irfan Setiaputra menggantikan posisi Ari Askhara.

Baca Juga: Wejangan Menhub ke Irfan Setiaputra Cs soal Garuda Indonesia

Lantas berapakah penghasilan dari jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Garuda? Mengutip dari laporan keuangan Garuda Indonesia pada September 2019, berikut Okezone merangkum gaji Direksi dan Komisaris Garuda.

Untuk jabatan Dewan Komisaris, total renumerasi yang didapat adalah sekitar USD734.793 atau sekitar Rp10,06 miliar(mengacu kurs Rp13.700 per USD). Total remunerasi itu terbagi menjadi dua, yakni imbalan kerja jangka pendek USD615.896 atau sekitar Rp8,4 miliar dan imbalan pasca kerja USD118.897 atau sekitar Rp1,6 miliar untuk periode 9 bulan sampai September 2019.

 Baca Juga: Harapan Besar Menhub untuk Jajaran Manajemen Baru Garuda

Dengan asumsi pukul rata seluruh pendapatan Dewan Komisaris, maka tiap komisaris memperoleh pendapatan sebesar USD146.958. Kemudian, per bulannya ialah dengan membagi sembilan menjadi USD16.328. Dengan kurs Rp 14.000, maka komisaris memperoleh pendapatan sebesar Rp228.592.000 per bulannya.

Artinya jika pendapatan dari Dewan Komisaris dipukul rata maka pendapatan yang akan didapat setiap bulannya adalah Rp1,11 miliar. Angka ini didapatkan dari Rp10,06 miliar dibagi 9 bulan.

Namun pendapatan dewan komisaris ini akan berbeda-beda. Karena pendapatan yang didapatkan akan disesuaikan dengan posisinya.

Sementara untuk posisi Direksi akan mendapatkan imbalan sebesar USD1.701.821 atau sekitar Rp23,3 miliar per 9 bulan. Angka ini terdiri dari USD1,4 juta atau sekitar Rp19,18 miliar untuk imbalan kerja jangka pendek dan USD294.342 atau sekitr Rp4,03 miliar untuk imbalan kerja pasca kerja.

Artinya jika pendapatan dari Direksi dipukul rata maka pendapatan yang akan didapat setiap bulannya adalah Rp2,5 miliar. Angka ini didapatkan dari Rp23,3 milir dibagi 9 bulan.

Sebagai informasi, dalam RUPSLB tersebut, ditunjuk Triawan Munaf menjadi Komisaris Utama perseroan. Selain itu ada nama Chairal Tanjung sebagai Wakil Komisaris Utama, lalu ada nama Yenny Wahid dan Elisa Lumbantoruan sebagai Komisaris Independen dan Peter Gontha sebagai Komisaris.

Sementara untuk jabatan Direktur Utama, para pemegang saham menunjuk Irfa Setiaputra menggantikan Ari Askhara. Lalu ada Dony Oskaria yang ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama perseroan.

Untuk posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko masih ditempati oleh Fuad Riza. Lalu untuk Direktur Operasi dijabat oleh Tumpal Manumpak Hutapea.

Kemudian untuk Direktur Human Capital dijabat oleh Aryaperwira Adileksana. Setelah itu, posisi Direktur Teknik dipegang oleh Rahmat Hanafi. Lalu untuk Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT diduduki oleh Ade R Susardi dan terakhir Direktur Niaga dan Kargo dijabat oleh M. Rizal Pahlevi



1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini