AP I Pede Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Tepat Waktu

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 20:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 24 320 2157980 ap-i-pede-pembangunan-bandara-internasional-yogyakarta-tepat-waktu-MzDKD7W2wU.jpg Ilustrasi Bandara (Foto: Okezone.com)

 KULONPROGO - Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi yakin, pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International/YIA) yang ada di Kabupaten Kulonprogo akan selesai tepat waktu. Termasuk rencana bandara ini akan diresmikan oleh Presiden pada 29 Maret mendatang sudah ada pemindahan penerbangan dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.

“Progres ini sudah sesuai dengan jadwal dan target yang sudah ditetapkan,” terang Faik usai menerima kunjungan Wapres Maruf Amin, di bandara YIA, Jumat (24/1/2020).

Saat ini progres pembangunan YIA sudah 91%. Diharapkan tepat waktu dan tidak ada kendala agar pada 29 Maret bisa diresmikan presiden Jokowi.

Baca Juga: Yogyakarta International Aiport Pintu Masuk Turis Mancanegara, Ini Faktanya!

“Sampai hari ini progresnya sudah sudah 91%,”terangnya.

Saat ini pembangunan yang tersisa tinggal di lantai III yang akan difungsikan untuk penerbangan domestik. Sedangkan di lantai I yang saat ini dioperasionalkan, akan dipakai untuk penerbangan internasional. Pembangunan di lantai III hanya tinggal menyisakan masalah ornamen dan interior saja.

Terkait dengan rencana pemindahan, kata Faik, nantinya akan dilaksanakan secara serentak. Jika bertahap, maskapai akan mengeluarkan biaya lebih tinggi. Mereka harus mengoperasikan tenaga di dua tempat. Nantinya akan ada sekitar 66 penerbangan per hari.

Baca Juga: 8 Fakta Yogyakarta Punya Bandara Baru, Jokowi Tak Mau Buru-Buru Resmikan

“Di sana itu tinggal baling-baling, lainnya pindah ke sini,”terangnya.

Diakuinya sampai saat ini ada sejumlah maskapai yang tertarik membuka rute penerbangan. Termasuk maskapai yang sudah ada akan menambah rute. Namun kepastiannya masih menunggu kepastian dari maskapai.

“Untuk Rute penerbangan internasional masih Singapura dan Malaysia. Request beberapa sudah ada,” tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini