Alamsyah mengatakan penutupan jalan ini menyebabkan pembeli enggan berkunjung karena kesulitan akses dan tempat parkir. Hal ini kemudian dinilainya menjadi penyebab utama penjualan pernak-pernik Imlek turun signifikan.
"Karna ditutup itu jalan, tahun yang lalu kan di sini bisa parkir, mobil dari pengunjung itu kan. Ditutup semua tuh liat jalan. Ini belum tentu, tahun yang akan datang bisa datang atau enggak. Karna apa, kalau itu masih tetap ditutup jalan itu nggak bisa dagang. Jauh banget dari tahun yang udah-udah (lalu-lalu)," ungkap Alamsyah.
Imbas penutupan jalan di area Jalan Pancoran, Alamsyah mengaku dirinya hanya membawa pulang modal. Omset yang berhasil diraih Alamsyah pun hanya berkisar Rp10 juta per harinya. Sedangkan bila dibandingkan dengan tahun lalu sebelum adanya penutupan jalan, Alamsyah dapat meraih omset hingga Rp25 juta per hari.
"Ini yang pokok pertama jalan. Jalan itu kalau dibuka kita lumayan, pengunjung banyak. Kalau tahun yang kemarin-kemarin kan gak ditutup, jadi kita memuaskan dagangnya. Memuaskan jualannya, ngambil barangnya juga kita enak," pungkas Alamsyah.
Selain itu, Alamsyah juga mengaku dirinya menyewa tempat dengan biaya Rp3 juta per bulannya. Jika digabungkan keseluruhan biaya termasuk membangun tenda di kawasan Pasar Pancoran, Alamsyah telah mengeluarkan biaya total Rp10 juta. Sedang, untuk modal penjualan, Alamsyah mengaku telah menggelontorkan uang sebanyak Rp100 juta.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.