nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Krakatau Steel Belum Masuk Holding Pertambangan, Ini Alasannya

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 18:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 29 320 2160252 krakatau-steel-belum-masuk-holding-pertambangan-ini-alasannya-K9mPEM8QNi.jpg Ilustrasi Tambang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama Mining Industry Indonesia (Mind Id) Orias Petrus Moedak memberikan penjelasan terkait belum bergabungnya PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ke dalam holding industri pertambangan.

Menurut dia, keputusan belum bergabungnya Krakatau Steel ini bergantung kemauan pemegang saham. Dirinya belum mengetahui tepatnya kapan Krakatau Steel disetujui untuk bergabung.

"Krakatau Steel masih terpisah tidak masuk ke grup Mind Id. Namun masalah gabung ke dalam kami tidaknya lebih ke pemegang saham," ujar dia pada acara IDX Economic Forum Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dia menjelaskan, apabila merujuk pada kelompok atau klaster yang sudah dibuat pemerintah, holding yang dipimpin Mind Id ini memang sudah mencangkup industri. Maka itu seharusnya Krakatau Steel bergabung.

"Jadi, bisnisnya Krakatau Steel masuk cluster kami. Apabila pertemuan di BUMN cluster pertambangan, itu ada Krakatau Steel," ungkap dia.

Dia juga menambahkan apabila Mind id gelar pertemuan, Krakatau Steel sering ikut. "Walaupun saat ini belum bergabung, kebijakan Mind Id sudah diterapkan oleh Krakatau Steel," kata dia.

Seperti diketahui, Mind Id menaungi lima perusahaan industri tambang di Indonesia, PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini