nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara agar Masyarakat RI Naik Kelas

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 31 320 2161103 begini-cara-agar-masyarakat-ri-naik-kelas-oDduj4hJwp.jpg Tingkat Kemiskinan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Tingkat kemiskinan di Indonesia tampaknya semakin membaik. Hal ini disampaikan oleh World Bank yang mengatakan bahwa 80% dari orang miskin pada tahun 1993 sudah tercatat sebagai aspiring middle income atau mudahnya hampir naik ke golongan kelas menengah. Hal ini berdasarkan data tahun 2014

Walau demikian, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memandang hal itu belum cukup untuk mengatasi angka kemiskinan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenkeu bersama Pemerintah Indonesia akan mengupayakan langkah untuk menaikkan mereka ke golongan kelas menengah.

“Salah satunya, dengan mengalokasikan 34% dari total anggaran pendidikan langsung ke pemda dan skema baru Dana Desa pada APBN 2020,” tulis Kementerian Keuangan melalui akun Instagram resminya @kemenkeuri, Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Baca Juga: Bank Dunia Sebut 115 Juta Orang Indonesia Rentan Miskin Lagi

Sebelumnya, Kemenkeu sudah menyalurkan dana desa tahap I sebesar Rp97,7 miliar melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Kini porsi penyaluran dana desa mengalami perubahan menjadi pada tahap I sebesar 40% dari alokasi, tahap II sebesar 40%, dan tahap III sebesar 20%.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa perubahan ialah proses yang rumit namun bukan menjadi alasan untuk berdiam diri.

“Development is a messy process. Terutama dengan adanya demokrasi dan desentralisasi. Tapi kita idak boleh menjadikannya sebagai alasan untuk tidak berprogres,” ujar Sri Mulyani.

Kemenkeu jutga tak lupa mengajak masyarakat untuk ikut mengawal penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Nah, kalau udah begini tantangannya adalah bagaimana pemda menjalankan kebijakan ini. Temankeu siap bantu kawal penggunaan #UangKita kan?” tutup Kemenkeu.

Unggahan Kemenkeu sampai saat ini telah disukai sebanyak 1.879 kali dan dikomentari 14 kali. Berikut komentar-komentar warganet:

“👍🏻👍🏻👍🏻👏👏 ayo kita bantu kawal penggunaan nya 🔥,” kata akun @k*pn.s*ml*k.

“Urbanisasi juga salah satu tantangan,” imbuh @m*d.h*r*nj*.

“Parah bu...di bawah masih banyak yang hidup susah salahsatunya juga para pns kita yang berstatus staf rendahan di pemkabw,” ujar @*z*zsy*m7.

“Kenyataannya min, rakyat masih mengeluhkan ekonomi ini. Dalam buku anda bisa bilang pertumbuhan, kalau kenyataan sebaliknya,” komentar akun @ndr*ly*d*660.

“Ayo trs Bu menteriku ,tp susahnya klu sdh didaerah ini mulai macam2,berjemaah utk nilepnya ahirnya tdk tepat sasaran.kalau nemu gitu kemana dilaporkan,” imbuh @p*t*r*t*r*s234.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini