nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Restrukturisasi Utang Terbesar di Indonesia, Krakatau Steel Tolak Impor Baja

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 06:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 31 320 2161264 fakta-restrukturisasi-utang-terbesar-di-indonesia-krakatau-steel-tolak-impor-baja-9QhkvKexNG.jpg Restrukturisasi Utang Krakatau Steel. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang senilai Rp27,22 triliun. Restrukturiasai ini dibantu oleh 10 bank.

Menteri BUMN Erick Thohir berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu Krakatau Steel. Walaupun utang sudah dibayar, namun Erick Thohir tetap memantau kinerja direksi Krakatau Steel.

Okezone pun merangkum sejumlah fakta-fakta menarik terkait restrukturisasi Krakatau Steel dan langkah selanjutnya dari perseroan, Senin (3/1/2020):

1. Restrukturisasi Utang Rp27,22 Triliun

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri paparan publik yang dilaksanakan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Perseroan telah melakukan penyelesaian proses restrukturisasi utang senilai USD2 miliar atau setara Rp27,22 triliun.

Restrukturisasi utang ini adalah restrukturisasi utang terbesar yang pernah ada di Indonesia.

"Melalui restrukturisasi ini, total beban bunga selama sembilan tahun utang dapat diturunkan secara signifikan dari USD847 juta menjadi USD466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga didapatkan dari restrukturisasi utang Krakatau Steel selama sembilan tahun sebesar USD685 juta," ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim.

2. 10 Bank Dilibatkan

Restrukturisasi utang ini melibatkan 10 bank nasional, swasta nasional dan swasta asing. Seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank), hingga PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah sepakat untuk melakukan relaksasi pembayaran utang dalam perjanjian induk rekstrukturisasi.

Kemudian, PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank OCBC NISP Tbk mengawali perjanjian aksesi atau penundukannya terhadap perjanjian restrukturisasi. Kemudian, pada 12 Januari 2020 dua bank swasta lainnya yakni Standard Chatered Bank Indonesia dan PT CIMB Niaga Tbk turut tunduk dalam perjanjian induk yang sama.

"Saya ucapkan terima kasih ke Himbara utangnya hampir 70% dan bank swasta internasional dan OJK yang memang salah satu kita minta bantuannya," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

3. Selesaikan Restrukturisasi, Kinerja Direksi Krakatau Steel Dipantau

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) telah menyelesaikan proses restrukturisasi utang senilai USD2 miliar atau setara Rp27,22 triliun. Restrukturisasi utang ini terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Merespons hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan pesan kepada jajaran direksi dan komisaris PT Krakatau Steel.

"Saya tegaskan ke Pak Dirut Krakatau Steel Silmy Karim. Di mana ini restrukturisasi terbesar dalam sejarah Indonesia tapi apa yang harus dilakukan selanjutnya? Saya tak mau cuma teori," ujar dia di Gedung Kementerian BUMN Jakarta.

4. Tujuan Restrukturisasi

Restrukturisasi utang dilakukan dalam upaya penyehatan Krakatau Steel (Persero). Beban bunga dan kewajiban pembayaran pokok pinjaman menjadi lebih ringan sehingga membantu perbaikan kinerja perusahaan dan memperkuat cashflow perusahaan. Proyek restrukturisasi ini berlangsung selama sembilan tahun (2019-2027), dalam jangka panjang diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.

5. Langkah Selanjutnya dari Krakatau Steel

PT Krakatau Steel meminta pemerintah segera membuat kebijakan terkait impor baja. Regulasi atau kebijakan sangat penting untuk keberlanjutan pertumbuhan industri baja di dalam negeri.

Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, impor baja saat ini sudah menghantam industri baja nasional dari hulu hingga hilir. Karena itu, diperlukan regulasi yang jelas soal impor baja.

"Kondisi ini jika diteruskan pada akhirnya Indonesia hanya akan menjadi konsumen pengguna baja dari luar negeri saja dan akan semakin menekan defisit neraca perdagangan," ujar dia, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

6. Status Krakatau Steel di Holding BUMN Pertambangan

Direktur Utama Mining Industry Indonesia (Mind Id) Orias Petrus Moedak memberikan penjelasan terkait belum bergabungnya PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) ke dalam holding industri pertambangan.

Menurut dia, keputusan belum bergabungnya Krakatau Steel ini bergantung kemauan pemegang saham. Dirinya belum mengetahui tepatnya kapan Krakatau Steel disetujui untuk bergabung.

"Krakatau Steel masih terpisah tidak masuk ke grup Mind Id. Namun masalah gabung ke dalam kami tidaknya lebih ke pemegang saham," ujar dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini