JAKARTA - Wabah virus korona yang melanda kota Wuhan, China kini sudah menyebar hingga 18 negara di luar China. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat kesehatan global terkait wabah virus korona, yang terus menyebar ke sejumlah negara di luar China.
Wabah ini telah memakan korban meninggal akibat terpapar virus corona saat ini hingga telah mencapai 213 orang di China. Wabah virus yang selalu dibicarakan ini telah menarik perhatian berbagai miliarder ternama dunia.
Baca Juga: Bill Gates Sumbang Rp136,5 Miliar untuk Penanganan Virus Korona
Berikut ini Okezone rangkum fakta miliarder yang ikut sumbang dana untuk perangi virus korona, Minggu (2/2/2020).
1. Bill Gates Sumbang Rp136,5 Miliar
Melalui yayasan yang dibantuknya, Bill Gates mengumumkan telah menyumbangkan sebesar USD10 juta atau Rp136,5 miliar untuk membantu penanganan virus corona di Wuhan, China. Bill Gates menilai permasalahan ini sangat serius sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak.
"Kami sangat prihatin dengan perkembangan epidemi saat ini dan menyatakan rasa hormat kami yang tinggi kepada mereka yang berjuang di garis depan," ujar Direktur Gates Foundation China Yinuo Li, dilansir dari CNBC.
Baca Juga: Orang Terkaya Asia Ikut "Tangani" Virus Korona
2. Sebagai Dukungan Teknis
Pendiri Microsoft sekaligus orang terkaya kedua di dunia Bill Gates menyumbang uangnya untuk dana darurat dan sebagai bentuk dukungan teknis membantu mereka yang berada di garis depan, di China dan Afrika guna mempercepat upaya mereka untuk menahan penyebaran virus secara global.
Bill Gates menyampaikan pesannya pada para pemimpin dunia untuk membayangkan bahwa di suatu tempat (China) ada senjata baru yang dapat muncul dan mampu membunuh jutaan orang. Hal ini dapat membuat ekonomi dunia melemah dan membuat negara-negara dalam kekacauan.
3. Bill Gates Bandingkan dengan 'Senjata Militer'
Meskipun virus corona tak dianggap sebagai pandemi atau wabah global, virus ini tetap menjadi permasalahan serius. Bill kemudian membandingkan pandemi global yang mematikan dengan "senjata militer" jenis baru di masa depan.
"Jika itu adalah senjata militer, jawabannya adalah melakukan segala yang mungkin untuk mengembangkan penanggulangan. Ini harus menjadi perhatian semua orang. Karena sejarah telah mengajarkan kita bahwa akan ada pandemi global yang mematikan," ujar Bill.
Tidak hanya itu, Bill beranggapan penanggulangan virus ini harus setara dengan persiapan perang. Sehingga, menurutnya kesiapan yang nantinya timbul akan meminimalkan kepanikan yang terjadi.
4. Jack Ma
Pendiri Alibaba ini menyumbangkan 100 juta yuan atau USD14,4 juta, setara dengan Rp196 miliar Dia memberikan sumbangan untuk membantu menemukan vaksin untuk virus korona.
Seperti yang diketahui, orang terkaya di China ini telah menyumbangkan sebanyak 40 juta yuan atau USD5,8 juta atau Rp79 miliar untuk dua organisasi penelitian Pemerintah China. Dana ini digunakan untuk mendukung langkah-langkah pencegahan serta perawatan virus korona.
5. Menjadi Perusahaan Teknologi di China yang Menyumbangkan Dana
Alibaba adalah salah satu dari sejumlah perusahaan teknologi di China yang menyumbangkan dana untuk upaya pengobatan Virus Korona. Terdapat juga perusahaan yang ikut andil dalam menyelamatkan China dari Virus Korona seperti perusahaan gawai Huawei, perusahaan e-commerce Tencent (TCEHY), mesin pencari Baidu (BIDU), ByteDance pemilik TikTok dan perusahaan pengiriman makanan Meituan-Dianping.
Para ilmuwan di Amerika Serikat dan China juga tidak lelah dalam mencari vaksin dari Virus Korona. “Tetapi mungkin membutuhkan lebih dari satu tahun sampai vaksin itu tersedia,” ujar Direktur US National Institutes of Allergy and Infectious Diseases, Dr. Anthony Fauci.
6. Menawarkan Kekuatan Komputerisasi Artifical
Selain menyumbangkan uang sebesar Rp196 miliar, Alibaba juga menawarkan kekuatan komputerisasi Artifical Intelligence (AI) secara gratis untuk organisasi penelitian ilmiah yang membantu dalam pencarian vaksin untuk virus ini.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.