Share

BPS Catat Daya Beli Petani Naik di Januari 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 03 320 2162764 bps-catat-daya-beli-petani-naik-di-januari-2020-9UasyHYMie.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatatkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Januari 2020 mengalami kenaikan 0,78% dibandingkan dengan Desember 2019. Terjadi peningkatan indeks NTP menjadi 104,16 dari bulan lalu yang sebesar 103,36.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Baca Juga: Usia Petani 45 Tahun ke Atas, RI Terancam Kekurangan SDM Pertanian

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, kenaikan NTP tersebut dikarenakan indeks harga hasil produksi pertanian pada Januari 2020 naik lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani, maupun untuk keperluan produksi pertanian.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 34 provinsi di Indonesia pada Juli 2019, NTP secara nasional naik 0,78%," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Peningkatan NTP dipengaruhi subsektor tanaman pangan yang naik 0,13%, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,45% dan subsektor holtikultura naik 2,05%. Sebaliknya, subsektor peternakan turun 0,82% dan subsektor perikanan turun 0,11%.

Baca Juga: Kepala BRIN: Tantangan Ubah Mindset Masyarakat soal Produk Inovasi RI

BPS mencatat harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani memang mengalami kenaikan sebesar 1,13% menjadi Rp5.237 per kilogram (kg). Sedangkan, di tingkat penggilingan sebesar Rp5.371 per kg atau naik 1,09%.

Sementara, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani sebesar Rp5.798 per kg atau naik 0,40%. Sedangkan harga di tingkat penggilingan sebesar Rp5.911,00 per kg atau naik 0,41%. Serta gabah luar kualitas di tingkat petani tercatat sebesar Rp4.690 per kg atau naik 1,22%. Sedangkan di tingkat penggilingan harganya mencapai Rp4.822 per kg atau naik 2,12%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini