CEO Dropbox Direkrut Jadi Dewan Direksi Facebook, Berapa Kekayaannya?

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 320 2163184 ceo-dropbox-direkrut-jadi-dewan-direksi-facebook-berapa-kekayaannya-jf3lfmRfVW.jpg Facebook (Foto: Reuters)

JAKARTA - Facebook mengumumkan Drew Houston akan bergabung dengan dewan direksi perusahaan. Drew Houston adalah pendiri dan CEO Dropbox yang akan bergabung dengan delapan anggota direksi lainnya.

Kekayaan Houston diperkirakan mencapai USD1,3 miliar setara Rp17,88 triliun (kurs Rp13.757 per USD). Houston adalah miliarder kelima yang ditunjuk sebagai anggota dewan direksi Facebook.

Baca Juga: Peristiwa 4 Februari: George Washington Jadi Presiden AS hingga Facebook Berdiri

Miliarder lainnya di jajaran direksi Facebook antara lain pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg dengan kekayaan senilai sekitar USD75,7 miliar setara Rp1.041 triliun dan COO Sheryl Sandberg yang kekayaannya senilai USD1,6 miliar setara Rp22,01 triliun. Selain itu anggota lainnya yaitu Peter Thiel dengan kekayaan senilai USD2,3 miliar setara Rp31,64 triliun, dan Marc Andreessen yang kekayaannya senilai USD1,3 miliar setara Rp17,88 triliun.

Melansir Forbes pada Selasa (4/2/2020), penambahan Houston menjadi anggota direksi Facebook menimbulkan pertanyaan. Apakah Houston dapat bertindak secara independen dan apakah dapat memberikan pemeriksaan yang sah atas pengaruh Zuckerberg di perusahaan.

Baca Juga: Facebook Berantas Hoaks Virus Korona

Zuckerberg dan Houston adalah teman baik. Mereka pernah tertangkap difoto saat sedang berada di Silicon Valley. Dalam foto tersebut terlihat keduanya bermain ping-pong bersama, dan Bloomberg melaporkan Houston telah meminta saran Zuckerberg di masa lalu.

Jenis hubungan pertemanan antara Zuckerberg dan anggota dewan independen telah menjadi masalah bagi perusahaan di masa lalu. Pada 2016, pemegang saham Facebook mengajukan gugatan terhadap anggota dewan yang menuduh Marc Andreessen menasihati Zuckerberg daripada mewakili kepentingan investor.

Para pemegang saham dalam gugatan tersebut mengklaim Andreessen secara tidak adil melatih Zuckerberg melalui proses reklasifikasi saham yang memungkinkannya untuk menjual saham Facebook dan mendanai proyek filantropinya yang baru tanpa kehilangan status suara mayoritasnya. Facebook menyelesaikan gugatan sekitar satu tahun kemudian.

"Sungguh menginspirasi untuk menyaksikan Facebook tumbuh menjadi platform yang menjangkau miliaran orang di seluruh dunia. Saya menantikan untuk bekerja sama dengan Mark dan seluruh anggota Dewan tentang banyak peluang dan tantangan di masa depan," kata Houston dalam sebuah pernyataan.

Zuckerberg tetap memegang kendali penuh atas masa depan Facebook karena kepemilikan sahamnya yang besar dalam struktur saham kelas dua perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini