Sri Mulyani Sebut Bapak-Bapak Ciptakan Ketidakpastian Global, Kok Bisa?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 20 2163758 sri-mulyani-sebut-bapak-bapak-ciptakan-ketidakpastian-global-kok-bisa-IrR4EZWbTf.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kondisi perekonomian global bergejolak dalam tiga tahun belakangan. Seperti perang dagangĀ  Amerika Serikat dengan China yang terjadi sejak pertengahan 2018 namun baru mencapai kesepakatan tahap pertama di awal tahun ini.

Baca Juga: RI Jadi Negara Maju, Wapres: Kita Ingin Hilangkan Kemiskinan

Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada acara Mandiri Invesment Forum di Hotel Fairmont Jakarta. Menurutnya belum usai kesepakatan tersebut itu, Amerika Serikat memicu konflik lain dengan Iran melalui serangan drone yang menewaskan petinggi militer negara tersebut.

"Berbagai masalah yang menimbulkan gejolak ekonomi global ini disebabkan karena representasi perempuan dalam proses pembuatan kebijakan masih sangat minim," ujar Sri Mulyani, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Nadiem Makarim Efektif Belanja Anggaran Pendidikan

Kemudian, lanjut dia ketidakpastian di 2019 terus berlanjut di 2020. Dan ini hampir seluruhnya buatan manusia. Dalam artian, pria yang membuat masalah seperti brexit dan perang dagang AS dan China.

"Hong Kong protes meski di sana dipicu oleh seorang chairwoman, kemudian perang dagang Jepang-Korea, semua adalah laki-laki. Banyak bapak-bapak yang menciptakan masalah ini. Ini masalah karena kurangnya representasi perempuan dalam proses perumusan kebijakan," ungkap dia.

Dia menambahkan, kondisi perekonomian global masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan keuangan negara. Di mana saat ini kondisi pertumbuhan ekonomi global yang lesu, turut berpengaruh terhadap kinerja ekspor dan impor dalam negeri.

"Bapak-bapak yang menciptakan masalah ini. Jadi seharusnya bapak-bapak pula yang seharusnya menyelesaikan," kata dia sembari ketawa.

Akan tetapi, lanjut Sri Mulyani Indonesia cukup mampu menahan kinerja ekonomi pada tahun 2019 dengan inflasi yang terjaga rendah dan permintaan domestik yang menopang pertumbuhan.

"Hal tersebut menjadi anomali di antara negara-negara berkembang lain di dunia," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini