Produksi Freeport Turun, Pertumbuhan Ekonomi Papua Negatif di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 20 2163818 produksi-freeport-turun-pertumbuhan-ekonomi-papua-negatif-di-2019-01KamouVG1.jpg Tambang Freeport (Foto: Reuters)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% di sepanjang 2019. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi tak terjadi di seluruh pulau.

Ekonomi Pulau Maluku dan Papua mengalami pertumbuhan negatif 7,40%. Terdiri dari pertumbuhan di Maluku 5% dan Maluku Utara 6,3%, sedangkan Papua negatif 15,72%.

Baca Juga: Tumbuh 5,02%, Pertumbuhan Ekonomi 2019 Nyaris Lebih Rendah dari 2016

"Yang membuat (pertumbuhan Pulau Maluku dan Papua) menarik ke bawah karena pertumbuhan ekonomi di Papua kontraksi negatif 15,72%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang negatif sudah terjadi di Papua sejak kuartal IV-2018. Pada periode itu pertumbuhan ekonomi Papua tercatat negatif 17,95%, padahal kuartal sebelumnya mampu tumbuh 6,20%.

 Baca Juga: Ekonomi Tumbuh 5,02% pada 2019, Ini Sederet Faktor yang Mempengaruhinya

Kemudian ekonomi Papua pada kuartal I-2019 tercatat tumbuh negatif 18,66%, kuartal II-2019 negatif 23,91%, kuartal III-2019 negatif 15,05%, dan kuartal IV-2019 negatif 3,73% .

Suhariyanto menjelaskan, penurunan ini imbas dari penurunan produksi tambang PT Freeport Indonesia yang memang berlokasi di Papua. Perusahaan melakukan peralihan sistem tambang ke underground atau penambangan bawah tanah.

"Penyebab utamanya adalah Freeport, penurunan produksi karena ada pengalihan sistem tambang," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini