Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Saham Ayana Land International Kena Suspensi Lagi

Fabbiola Irawan , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |11:20 WIB
Saham Ayana Land International Kena Suspensi Lagi
BEI Suspensi Saham NASA. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara atau suspensi terhadap saham & waran Seri I PT Ayana Land International Tbk (NASA). Pasalnya saham NASA mengalami penurunan harga kumulatif yang signifikan.

“Sehubungan dengan terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Ayana Land International Tbk (NASA), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham &Waran Seri I PT Ayana Land International Tbk (NASA & NASA-W),” tulis BEI melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Turun 56%, BEI Pantau Ketat Saham Ayana Land

Suspensi atas NASA ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 5 Februari 2020 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut.

Tidak hanya itu, BEI juga menyarankan kepada para investor untuk tetap mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan.

Baca Juga: Saham Ayana Land International Kembali Diperdagangkan

“Bursa menghimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan,” tutup BEI.

Sebagai informasi, pergerakan saham NASA pada 27 Januari 2020 menunjukkan Rp454 per lembar saham. Adapun pada 4 Februari 2020, saham NASA ditutup pada Rp199 per lembar saham. Artinya , saham NASA turun 56%.

Sebelumnya, Saham NASA telah diperdagangkan pada 4 Februari 2020 sebelum kena suspensi kembali oleh BEI pada hari ini.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement