Maaf, Jiwasraya Tak Masuk Holding BUMN Asuransi

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 320 2163777 maaf-jiwasraya-tak-masuk-holding-bumn-asuransi-5s9U8ERAmf.jpg Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding asuransi BUMN. PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan menjadi induk holding.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pada holding asuransi,  PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tidak akan masuk dalam holding tersebut. Sebab saat ini Jiwasraya masih mengalami masalah gagal bayar.

"(Jiwasraya), belum masuk holding. Jadi, di dalamnya ada Jasindo, Jasa Raharja, Askrindo dan Jamkrindo. Nanti di situ akan menggunakan Bahana sebagai alat untuk transformasi asuransi secara keseluruhan. Namun pelan pelan kita gunakan juga untuk sebagian penyelamatan pemegang polis Jiwasraya," ujar dia di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Fakta Holding BUMN Asuransi, Dibentuk untuk Selamatkan Jiwasraya?

Dia menuturkan, pihaknya masih akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Panja DPR untuk mendapatkan payung politik mengenai lanjutan penyelesaian persoalan Jiwasraya. Di mana, pembentukan holding asuransi bukan hanya untuk membantu Jiwasraya yang tengah mengalami masalah.

"Holding asuransi ini bukan hanya sekedar untuk Jiwasraya, memang transformasi yang sudah kita rencanakan. Kita kan punya asuransi cukup banyak termasuk yg anak anak perusahaan ya. Seperti kita ada Taspen Life, BUMN perbankan kita juga punya banyak bancassurance, seperti Axa Mandiri, BNI Life," ungkap dia

Baca Juga: Selamatkan Jiwasraya, Bahana Bakal Jadi Induk Holding Asuransi

Pihaknya berharap, ke depannya seluruh BUMN di bidang asuransi dalam holding nanti akan memperkuat tranformasi dari sisi yang paling utama, yaitu dari sisi keuangan, manajemen risiko, pengelolaan investasi dan pengelolaan dari produk produk dan aktuarianya.

"Ke depan tidak terulang lagi produk seperti JS Saving Plan, supaya tidak terulang lagi investasi-investasi ke saham saham gorengan. Hal itu nanti akan dipantau dan ada kebijakan yang akan diatur oleh holding," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini