Optimisme Pelaku Usaha di RI Menurun, Kenapa?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 21:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 05 320 2163966 optimisme-pelaku-usaha-di-ri-menurun-kenapa-T8CszBtFrL.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Optimisme pelaku usaha terhadap kondisi bisnis di Indonesia terus menurun. Hal itu tercermin dari penurunan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) di kuartal IV-2020 maupun perkiraan di kuartal I-2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mencatat ITB pada kuartal IV-2019 sebesar 104,82, menurun dari kuartal III-2019 yang sebesar 105,33. Meski demikian, indeks tersebut masih tercatat tumbuh di atas rata-rata 100.

"ITB pada kuartal IV-2019 ini masih di atas 100 artinya ada optimisme pelaku bisnis, meski lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Baca Juga: Hari Nasional Statistik, Kecuk: Data di Website BPS Level Kedua di Asia

Menurut pria yang akrab disapa Kecuk tersebut, penurunan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi bisnis di dalam negeri terlihat dari turunnya indeks pada beberapa komponen pembentuk ITB. Komponen pendapatan usaha tercatat sebesar 106,42 turun dari indeks di kuartal III-2019 yang sebesar 106,92.

Begitu pula dengan komponen penggunaan kapasitas usaha yang turun menjadi 105,26 dari kuartal sebelumnya yang sebesar 107,56. Namun, komponen rata-rata jumlah jam kerja tercatat mengalami peningkatan tipis menjadi 102,51 dari 101,51 di kuartal III-2019.

Berdasarkan lapangan usaha, lanjut Kecuk, tingkat kondisi bisnis yang membaik dan optimisme pelaku bisnis tertinggi terjadi pada sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan nilai ITB 115,48. Kemudian sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan ITB 114,56, serta penyediaan akomodasi dan makan minum dengan ITB 113,91.

Baca Juga: Menko Darmin Minta BPS Bisa Siapkan Data Harga Beras Sesuai Jenis

Sedangkan tingkat kondisi bisnis dan optimisme pelaku bisnis sangat rendah pada industri pengolahan dengan ITB 99,56, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor dengan ITB 98,27. Termasuk pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan ITB 97,09.

Pada kuartal I-2020 optimisme pelaku bisnis diperkirakan berlanjut turun, tercermin dari ITB sebesar 102,90 yang menurun dari kuartal sebelumnya. Menurut Kecuk, pesimistis itu tak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian bahkan perlambatan pertumbuhan.

"Kalau dilihat dari komponennya adalah penurunan order dari luar negeri. Jadi pelaku bisnis memahami kondisi global," ujarnya.

BPS mencatat, pelaku usaha menaruh harapan pada order dalam negeri yang terlihat indeksnya mencapai 106,82, namun rendah pada order luar negeri terlihat dari indeks 99,16. Indeks harga jual produk tercatat 104,46 serta order barang input sebesar 101,16.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini