JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal asing yang keluar (Outflow), dari pasar saham yang dipicu oleh ketidakpastian global hingga wabah virus korona. Aliran modal asing yang keluar mencapai Rp11 triliun sepanjang sepekan ini. Sedangkan aliran modal asing yang masuk mencapai Rp400 Miliar.
"Dari awal Januari sampai sekarang ini net inflow Rp400 miliar year to date. Minggu ini juga outflow Rp11 triliun. Karena wabah virus korona," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo di Gedung BI Jakarta, Jumat (7/2/2020).
Baca juga: BI: Aliran Modal Asing yang Masuk RI Capai Rp220,9 Triliun
Menurut dia, Dampak virus korona memang cukup menekan perekonomian Indonesia. Di mana virus korona telah membunuh 500 warga China. Artinya dengan kematian itu banyak sektor ekonomi yang terganggu di China dan berimbas ke Indonesia serta negara lainnya.
"Jadi, kita lihat juga China terus mencari vaksin dan sudah mengindikasi dan beberapa pasien yang sudah sembuh jadi akan membaik," ungkap dia.
Baca juga: Indonesia 'Diguyur' Aliran Modal Asing Rp217 Triliun
Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan, saat ini Indonesia mewaspadai adanya dampak ekonomi global akibat penyebaran Virus Corona di China. Terutama di sektor pariwisata dan investasi.
"Sekarang sudah diklaim menjadi salah satu kejadian yang sifatnya global, suatu epidemik global. Itu menjadi concern dari ekonomi secara umum, sudah bukan merupakan kasus hanya China saja, tapi sudah menjadi masalah global," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti saat memberikan bantuan di KPw BI Banten.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.