Share

Sri Mulyani Ubah Mekanisme Pencairan Dana BOS

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 10 20 2166217 sri-mulyani-ubah-mekanisme-pencairan-dana-bos-eO1OtaFNj1.png Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com/Instagram/@smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan perubahan mekanisme pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dana yang biasanya ditransfer pemerintah dalam empat tahapan, diubah menjadi tiga tahap pada tahun ini.

"Tahun lalu penyaluran dilakukan melalui empat tahapan, untuk tahun ini diubah menjadi tiga tahap dengan masing-masing rincian tahap I sebesar 30%, tahap II sebesar 40% dan tahap III sebesar 30%," ujar Sri Mulyani, di kantornya, Senin (10/2/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Nyangka Dana BOS Masih Bisa Dikorupsi

Adapun dana BOS tahun ini dialokasikan sebanyak Rp54,32 triliun. Dana itu naik 6,03% dari tahun lalu untuk membiayai 45,5 juta siswa di Indonesia.

"Jadi, BOS 2020 akan capai Rp54,32 triliun. Naik 6,03% dari tahun lalu dan bos dihitung berdasarkan per kepala siswa di tiap sekolah, alokasi per sekolah," ungkap dia.

Baca Juga: Perbaiki Kualitas SDM dengan Rp495 Triliun, Sri Mulyani: Masih Ada Kendala

Kemudian, lanjut dia, dana BOS ini ada tiga jenis, reguler kinerja dan afirmasi. Di mana saat ini membahas dana BOS reguler. Penyaluran BOS reguler tahap I akan dilakukan pada Januari.

Tahap II akan dilakukan paling lama pada April, sedangkan tahap III dilakukan paling lambat di September 2020.

"Sedangkan jenis BOS lainnya seperti BOS kinerja dan BOS afirmasi, kita berikan sekaligus paling cepat April 100%. Tujuannya mendorong dan mendukung program merdeka belajar," kata dia.

Dia menambahkan, Kementerian Keuangan juga menaikkan dana yang diterima oleh peserta didik. Seperti Sekolah Dasar (SD) dinaikkan dari sebelumnya Rp800.000 per siswa diubah menjadi Rp900.000 per siswa dengan jumlah siswa turun dari tahun lalu 25,56 juta menjadi 25,18 juta.

"Untuk SMP, ini ada juga kenaikan unit cost dari Rp1 juta per siswa jadi Rp1,1 juta per siswa. Kemudian untuk SMA naik dari Rp1,4 juta per siswa jadi Rp1,5 juta. Untuk SMK masih sama karena tahun lalu sudah dinaikkan ke Rp1,6 juta per siswa. Dan untuk pendidikan khusus sama Rp2 juta per siswa," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini