RI Miliki Dana Abadi Pendidikan Rp81,7 Triliun

Antara, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 19:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 320 2478898 ri-miliki-dana-abadi-pendidikan-rp81-7-triliun-p4bdAaWyu3.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani Siapkan Dana Abadi Pendidikan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyiapkan dana abadi pendidikan sebesar Rp81,7 triliun. Anggaran tersebut disiapkan untuk mengembangkan kualitas generasi muda masa kini maupun masa depan.

“Saat ini kita memiliki Rp81,7 triliun. Jika ditambah dari anggaran penelitian, perguruan tinggi dan dana abadi kebudayaan total anggaran itu sudah mencapai Rp90 triliun,” katanya, dikutip dari Antara, dalam Pembekalan bagi Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Duh! Mahasiswa Beasiswa LPDP Minta Lowongan Kerja ke Sri Mulyani

Sri Mulyani menyatakan, salah satu langkah mengembangkan kualitas generasi-generasi penerus Bangsa Indonesia adalah melalui diberikannya beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Anggaran yang digunakan untuk memberikan beasiswa LPDP sendiri berada di dalam dana abadi pendidikan tersebut.

Dia menuturkan pada awalnya LPDP hanya untuk memberikan beasiswa yang mayoritas untuk ke perguruan tinggi di luar negeri sedangkan perguruan tinggi dalam negeri dikelola oleh Kemendikbudristek.

“Sekarang bahkan sudah diperluas untuk penelitian termasuk dalam rangka Covid-19 untuk mendapat vaksin dan program Merdeka Belajar,” ujarnya.

Baca Juga: Penerima Beasiswa LPDP Penemu Vaksin Covid-19, Sri Mulyani: That is Awesome

Dia menjelaskan beasiswa ini berasal dari uang negara yang didapat melalui penerimaan perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Oleh sebab itu, Sri Mulyani berpesan agar para penerima beasiswa LPDP dapat berkontribusi terhadap upaya pemerintah dalam memajukan Indonesia seperti menciptakan prestasi dan reputasi yang baik.

“Kalian berutang kepada negara. Utang tidak selalu dibayar melalui uang. Utang bisa dibayar dari prestasi, reputasi dan kontribusi terhadap Republik Indonesia,” tegasnya.

Salah satu kontribusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengeluarkan Indonesia dari status middle income country menjadi high income country.

Dia menegaskan, selama ini pemerintah berupaya mengeluarkan Indonesia dari middle income trap dengan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui reformasi pendidikan, jaring pengaman sosial, dan kesehatan.

Menurutnya, mayoritas anak Indonesia masih mengalami stunting serta hanya lulusan sekolah dasar dan menengah sedangkan yang memiliki kesempatan hingga perguruan tinggi hanya 8,5 persen.

“That is that small, sangat kecil. Mereformasi pendidikan, kesehatan dan jaring pengaman sosial adalah cara untuk memotong tali kemiskinan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini