nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Inter Milan Telefon Erick Thohir, Mau Beli 2 Juta Masker

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Februari 2020 19:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 10 320 2166323 bos-inter-milan-telefon-erick-thohir-mau-beli-2-juta-masker-60UYYDnRM1.jpg Masker (Newshub)

JAKARTA - Wabah virus korona yang menyebar begitu cepat membuat Indonesia mendapatkan banyak pesanan masker dari beberapa pihak. Salah satunya adalah dari Bos Inter Milan sekaligus bos Suning Group.

Menurut Erick Thohir, dirinya mendapatkan telepon dari Pemilik baru Inter Milan tersebut. Bos Inter Milan itu meminta 2 juta masker kepada Erick untuk dikirimkan ke China.

 Baca juga: RI Siap Ekspor 110 Ton Kunyit ke India

"Hari ini saya sudah ditelepon sama Sunning yang dulu beli investasi saya di sepak bola Inter Milan. Dia mau beli hampir 2 juta masker," ujarnya saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Atas dasar itu, Erick meminta perusahaan-perusahaan BUMN untuk memanfaatkan peluang tersebut. Dirinya menginginkan agar perusahaan BUMN bisa memproduksi masker sendiri di dalam negeri.

 Baca juga: 2023, Indonesia Hentikan Ekspor Gas ke Singapura

"Saya bingung mau ke mana. Saya kasih ke ibu atau siapa-siapa jualan. Tapi jangan juga tadi jual-jual ditanya enggak siap," ucapnya.

Menurut Erick, jika mampir memproduksi masker sendiri, maka virus korona bisa menjadi peluang bisnis bagi Indonesia. Mengingat saat ini banyak negara yang membutuhkan masker seiring wabah virus Korona yang sudah menyebar begitu cepat.

 Baca juga: Ada Virus Korona, Bagaimana Ekspor RI ke China?

"Tapi mohon maaf karena menterinya orang bisnis, pasti ada bisnisnya sedikit. Kebutuhan banyak hal juga menjadi opportunity kalau bisa bikin, apakah maskernya," ucapnya.

Disisi lain, Erick juga mengimbau perusahaan pelat merah mengantisipasi virus corona ini. Pasalnya, saat ini virus korona membuat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mulai menurun.

"Garuda dengan tidak terbang ke China, saya sudah minta Direksi Garuda dengan Pak Wamen untuk membuat strategi baru apakah penerbangan dalam negeri yang tadinya berbadan kecil jadi berbadan besar. Karena kemarin yang kita mau lakukan terbang dari Singapura ke Labuan Bajo sekarang hanya mimpi. Ke Singapura juga enggak ada turis," kata Erick.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini