JAKARTA – Harga emas berjangka naik mendekati level tertinggi satu minggu pada perdagangan 10 Februari 2020. Meningkatnya kekhawatiran tentang dampak coronavirus China mengangkat daya tarik aset safe haven. Diketahui, jumlah korban virus korona sudah melebihi 900.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Jadi Rp772.000/Gram
Harga emas di pasar spot naik 0,2% pada USD1,572,88 per ounce, setelah mencapai tertinggi sejak 4 Februari di USD1,576,21 pada awal sesi. Emas berjangka AS 0,2% lebih tinggi pada level USD1.575,80, dilansir dari Reuters, Selasa (11/2/2020).
Saham global turun karena jumlah korban jiwa dari wabah itu melebihi epidemi SARS dan membebani sentimen risiko. "Fokus pada kejatuhan ekonomi dari penyebaran virus yang terus-menerus di dalam dan di luar China mendukung harga emas," kata Analis Saxo Bank Ole Hansen.
Baca Juga: Harga Emas Berjangka Naik di Tengah Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Emas batangan dianggap sebagai aset yang aman di saat terjadi kekacauan politik dan ekonomi. Kekhawatiran tentang korban virus korona tetap ada. "Data ekonomi tidak bernilai apa-apa sampai kita mulai mendapatkan data yang mencerminkan perubahan atau perkembangan terbaru," kata Hansen.
Sementara itu harga logam mulia lainnya, Palladium naik 2,2% menjadi USD2,366.62 per ounce, perak naik 0,6% menjadi USD17,78 dan platinum naik 0,7 menjadi USD971,16.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.